Forkopimda Magelang Turun ke Srumbung, Jalan Rusak dan Sampah Jadi Sorotan Warga
- calendar_month Sel, 24 Feb 2026

ilustrasi jalan rusak_foto AI
BNews-MAGELANG – Grengseng Pamuji bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Magelang; kembali menggelar kegiatan buka bersama dan silaturahmi Ramadan dengan masyarakat.
Kali ini, kegiatan berlangsung di Masjid Al-Muttaqin, Desa Nglumut, Kecamatan Srumbung, Senin (23/2/2026).
Agenda tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan warga, sekaligus momentum memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Magelang.
Ramadan Jadi Momentum Serap Aspirasi dan Perkuat Sinergi
Dalam sambutannya, Bupati Magelang menegaskan bahwa bulan suci Ramadan bukan sekadar momentum spiritual, melainkan juga ruang strategis untuk mempererat ukhuwah dan memperkuat komitmen kebersamaan dalam membangun daerah.
“Momentum bulan suci Ramadan ini menjadi ruang menyerap aspirasi yang sangat baik juga untuk memperkuat ukhuwah, mempererat sinergi, serta memperkokoh komitmen kebersamaan kita dalam membangun Kabupaten Magelang,” ajak Grengseng.
Pada kesempatan itu, ia memaparkan capaian pembangunan daerah periode 20 Februari 2025 hingga 20 Februari 2026 dalam kerangka program prioritas SAPTA CIPTA.
Capaian Pendidikan dan Beasiswa Ratusan Mahasiswa
Di sektor pendidikan, Pemkab Magelang merealisasikan program seragam gratis bagi 10.218 siswa SD dan 8.828 siswa SMP. Selain itu, hibah seragam juga diberikan kepada 2.544 siswa SD swasta dan 593 siswa SMP swasta.
Revitalisasi 20 ruang sekolah dilakukan guna meningkatkan kualitas sarana belajar. Tak hanya itu, beasiswa sarjana diberikan kepada 514 pemuda berprestasi yang tersebar di 14 perguruan tinggi negeri dan swasta.
Layanan Kesehatan dan Infrastruktur Diperkuat
Dalam bidang kesehatan, pemerintah daerah meningkatkan sarana dan prasarana rumah sakit, termasuk komitmen pelayanan rawat inap kelas III gratis sebagai upaya memperluas akses kesehatan yang inklusif.
Sementara pada sektor infrastruktur, pemeliharaan rutin jalan dilakukan sepanjang 174 kilometer, rehabilitasi 42 paket jalan, rehabilitasi lima unit jembatan, serta rekonstruksi empat paket jalan.
“Program penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) telah direalisasikan sebanyak 1.686 unit sebagai upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah,” lanjut Grengseng.
Dorong Lapangan Kerja dan Reformasi Birokrasi
Pemkab Magelang juga mendorong penciptaan lapangan kerja melalui Job Fair yang diikuti 44 perusahaan dengan total 4.176 lowongan kerja. Sebanyak 1.671 pencari kerja mengikuti kegiatan tersebut dan 464 orang berhasil ditempatkan.
Dalam Job Connect Festival, 15 perusahaan dan satu Puskesmas BLUD Secang membuka 1.408 lowongan kerja. Dari 707 pencari kerja yang hadir, 268 orang berhasil ditempatkan di sembilan perusahaan.
Melalui program Ngelayani Birokrasine, realisasi pencatatan sipil mencapai 33.712 dokumen dari target 30.300 dokumen. Sementara pendaftaran penduduk terealisasi 216.991 dokumen dari target 210.000 dokumen.
Program Lingkungan dan Konservasi Mata Air
Pada sektor lingkungan hidup melalui program Lestari Alame, Pengolahan Sampah Tuntas Desa dilaksanakan di Desa Borobudur dan Desa Pandean, Kecamatan Ngablak.
Konservasi mata air diperkuat melalui pembangunan infrastruktur perlindungan dan pembentukan lima kelompok Komunitas Jogo Tuk. Selain itu, gerakan penanaman 3.000 pohon dilakukan di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Seluruh capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi erat antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan, DPRD, dan seluruh unsur Forkopimda,” kata Grengseng.
Harkamtibmas Kondusif, Waspadai Petasan Saat Ramadan
Dalam forum tersebut, perwakilan Polresta Magelang yang diwakili Kasat Samapta, AKP Suyanto, menyampaikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) di Kabupaten Magelang dalam kondisi aman dan kondusif.
Namun demikian, kepolisian mengingatkan potensi gangguan selama Ramadan, khususnya peredaran dan penggunaan petasan. Tahun lalu di wilayah Srumbung, aparat mengamankan kasus petasan dengan barang bukti hampir 12 kilogram.
“Kami memohon bantuan para tokoh agama dan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi dan menjaga kondusivitas wilayah,” ujarnya.
Warga Sampaikan Aspirasi Jalan Rusak dan Pengelolaan Sampah
Dalam sesi dialog, warga Desa Srumbung, Margiono, menyampaikan aspirasi terkait kondisi jalan rusak parah yang dinilai rawan kecelakaan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magelang, David Rudianto, menyatakan pihaknya akan menerjunkan empat tim untuk melakukan penambalan jalan, dengan target penyelesaian sebelum Hari Raya Idulfitri.
“Harapan kami agar perbaikan jalan tuntas kami mohon bantuan kepolisian untuk mempermudah akses truk yang membawa material,” kata David.
Sementara itu, Suryono, pengelola TPS3R Desa Nglumut, menyampaikan kondisi kendaraan pengangkut sampah yang telah rusak, padahal layanan menjangkau empat desa. Ia memohon bantuan kendaraan roda tiga dan alat pengolahan limbah residu.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang, Ismail, menjelaskan bahwa pengajuan kendaraan maupun alat dapat diajukan melalui proposal kepada bupati. Ke depan, pengelolaan sampah desa akan diarahkan menggunakan mesin Refuse Derived Fuel (RDF), sehingga tidak seluruh sampah diangkut ke TPA.
“Program ke depan, sebanyak 50 desa akan mendapatkan mesin pengolah sampah sebagai bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah berbasis desa,” jelasnya. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar