Suhu Udara Malam Terasa Lebih Dingin di Jateng, Ini Penjelasan BMKG
- calendar_month 2 menit yang lalu

Ilustrasi Fenomena Bediding (Foto oleh Francis Glenn Marciano dari Pexels)
BNews–JATENG– Beberapa waktu terakhir, masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Tengah (Jateng) merasakan suhu udara yang lebih dingin pada malam hingga pagi hari.
Kondisi ini adalah fenomena bediding, karakteristik normal saat musim kemarau dan bukan tanda cuaca ekstrem.
Prakirawan On Duty Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Haris Syahid, menjelaskan ada dua faktor utama yang menyebabkan fenomena tahunan ini terjadi. Yakni minimnya tutupan awan pada musim kemarau.
Langit yang cenderung cerah membuat panas matahari lebih mudah diserap permukaan bumi pada siang hari. Namun ketika malam, panas tersebut dengan cepat dilepaskan kembali ke atmosfer karena minimnya awan yang berfungsi menahan radiasi panas.
Selanjutnya, pengaruh Angin Timuran. Angin yang bertiup dari Benua Australia membawa massa udara yang bersifat lebih kering dan relatif lebih dingin menuju wilayah Indonesia, termasuk Jawa Tengah.
“Masyarakat tidak perlu khawatir karena ini bukan cuaca ekstrem, melainkan karakteristik musim kemarau yang terjadi hampir setiap tahun,” ujar Haris, Sabtu (4/7/2026).
BMKG menjelaskan, sensasi dingin terasa lebih kuat karena rendahnya kelembapan udara membuat penguapan keringat di kulit berlangsung lebih cepat. Fenomena ini umumnya lebih terasa di wilayah dataran tinggi, lereng pegunungan, dan kawasan terbuka.
Berdasarkan analisis BMKG, prakiraan suhu udara di wilayah dataran tinggi Jawa Tengah berkisar antara 18 hingga 22 derajat Celcius. Sedangkan wilayah dataran rendah dan perkotaan berkisar 23 hingga 27 derajat Celcius. Perbedaan ini dipengaruhi kondisi topografi dan karakteristik masing-masing wilayah.
Fenomena bediding diperkirakan berlangsung selama musim kemarau dan akan semakin terasa saat memasuki puncaknya pada Juli hingga Agustus. Untuk menjaga kondisi tubuh, BMKG mengimbau masyarakat melakukan langkah-langkah berikut:
1. Menggunakan pakaian hangat atau jaket pada malam dan pagi hari.
2. Memperbanyak konsumsi air putih dan makanan bergizi.
3. Menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara menurun akibat kondisi kering.
(*)
Sumber: Kompas.com
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar