Magelang, Mantep lan Tetep Ganjar

BNews-MUNTILAN- Parade Budaya Kebangsaan menyemarakan Deklarasi Tim Pemenamgan Ganjar-Yasin Kabupaten Magelang di Lapangan Pasturan Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang (5/5). Acara dibingkus dengan pementasan puluhan kelompok kesenian dan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan Dalang Kondang Ki Warseno Slank.

Acara dimulai sejak Sabtu pagi dengan pementasan topeng Ireng, Janthilan, reog, brodut, Soreng, kubro Siswo dan grasakan. Dalam pagelaran wayang kulit sendiri mendatangkan bintang tamu kondang Yati Pesek dan Marwoto sebagai pelawaknya.

Ganjar Pranowo tiba di lokasi sekitar pukul 19.00 wib disambut ribuan masyarakat yang memadai lapangan Pasturan Muntilan. Dengan didampingi segenap ketua DPC atau DPD partai pengusung yakni PDI Perjuangan, PPP, Partai Demokrat, Partai Nasdem dan Partai Golkar.

Ketua tim pemenangan Ganjar Yasin Kabupaten Magelang, Sariyan Adiyanto mengatakan acara diformat pesta rakyat. “Dihadiri semua kalangan lintas etnis, agama, golongan, relawan, dan santri gayeng juga turut hadir,” katanya.

“Kami semua disini telah sepakat bahwa NKRI harga mati bagi kita semua, dan saya berharap pada 27 Juni besok Ganjar Yasin terpilih mengawal keberagaman, tetap menjaga NKRI, dan Pancasila menjadi ideologinya,” imbuhnya.

DPD PKS Magelang Ramadhan

Ditanya soal target suara di Kabupaten Magelang untuk Ganjar Yasin, Sariyan mengungkapkan optimis minimal 58% dari segi kekuatan partai pengsung. “Namun melihat antusias masyarakat dan dari berbagai acara kemasyarakatan yang diikuti bisa naik menjadi 60% suara Ganjar Yasin di Magelang,” ungkapnya.

Acara dilanjutkan penyerahan simbolis sapu lidi dari masing masih ketua partai kepada Ganjar Pranowo. “Hal ini menjadi filosofi atau bentu suara dari kami bahwa siap memenangkan Ganjar yasin di Magelang,” jelas Sariyan.

Sementara Ganjar Pranowo dalam sambutan singkatnya bahwa pihaknya bersepakat membawa konsep kerakyatan dan siap berdiri berbaur bersama masyarakat. “Dan saya sangat apresiasi pemberian simbol sapu lidi ini karena memiliki banyak arti,” katanya.

Ganjar menyebutkan bahwa arti sapu lidi juga dapat dimaknai sebagai membersihkan segala bentuk upaya korupsi. “Selain itu hal ini juga untuk mengikat diri menjadi NKRI yang utuh, sekaligus sebagai cerminan suara rakyat Kabupaten Magelang agar tidak bercerai berai,” imbuhnya.

Sebelum Ganjar Pranowo meninggalkan tempat dia memberikan wayang kepada dalang Ki Warseno Slank untuk menghibur rakyat. ” Saya pesan kepada dalang agar memberikan cerita filosofi masyarakat agar tetap semangat dan menjaga NKRI,” pungkasnya. (Han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: