GAS 2025 Resmi Dibuka! Pemkab Magelang Dorong Warga Tertib Pajak Kendaraan
- calendar_month Sen, 17 Nov 2025

Pemkab Magelang Gelar Government Auto Show 2025 untuk Tingkatkan Kepatuhan Pajak Kendaraan
BNEWS—MAGELANG— Pemerintah Kabupaten Magelang bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui; UPPD Samsat Kabupaten Magelang menggelar Government Auto Show (GAS) Tahun 2025 di halaman UPPD Samsat Kabupaten Magelang, Jumat (15/11).
Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi besar yang tidak hanya menghadirkan pameran otomotif, tetapi juga mendorong; kepatuhan pajak kendaraan bermotor serta penguatan kemandirian fiskal daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Magelang Grengseng Pamuji menegaskan bahwa GAS 2025 merupakan wujud sinergi nyata; antara pemerintah daerah dan provinsi dalam mendukung pelayanan publik, khususnya optimalisasi penerimaan daerah dari sektor perpajakan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, para wajib pajak, serta Mitra Samsat Budiman yang selama ini aktif membantu peningkatan penerimaan pajak.
“Pemerintah Kabupaten Magelang mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat; para wajib pajak, dan Mitra Samsat Budiman yang telah membantu penerimaan daerah; khususnya Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, Opsen PKB, dan Opsen BBNKB,” ujar Grengseng.
Bupati menegaskan, pembangunan Kabupaten Magelang baik fisik maupun nonfisik harus terus dipacu demi mewujudkan visi daerah: Aman, Nyaman, Religius, Unggul, dan Sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.
Untuk itu, daerah perlu memperkuat kemandirian fiskal agar mampu membiayai pembangunan dan pelayanan publik secara berkelanjutan.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Menurut Grengseng, kemandirian fiskal bukan sekadar angka laporan keuangan, tetapi simbol kemampuan daerah memenuhi kebutuhannya sendiri.
“Diperlukan peran aktif, sinergi, dan kolaborasi antara pemerintah daerah, para wajib pajak, dan seluruh stakeholder terkait,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala UPPD Kabupaten Magelang, Moh Sholeh, dalam laporannya menjelaskan bahwa GAS 2025 dirancang untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah, terutama dari sektor Opsen PKB dan BBNKB. Kegiatan ini memadukan edukasi, pelayanan publik, hiburan, hingga aktivitas sosial sehingga menarik minat masyarakat.
“Dalam kegiatan ini kami mengajak masyarakat melakukan balik nama kendaraan bermotor serta tertib membayar pajak tepat waktu,” kata Moh Sholeh.
Rangkaian GAS 2025 meliputi pameran otomotif, pemeriksaan kesehatan gratis, layanan konsultasi dan pembayaran PKB, riding sore (nyorid) dan bakti sosial; kontes otomotif, talkshow edukatif, live music performance, serta pembagian souvenir dan merchandise.
Pada kesempatan itu juga diberikan reward kepada Mitra Samsat Budiman yang dinilai paling berkontribusi hingga triwulan ketiga 2025.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Daftar penerima penghargaan tersebut meliputi:
- Arga Mulya, Kecamatan Srumbung
- Geseng Mandri, Kecamatan Grabag
- Migunani, Desa Kalinegoro Kecamatan Mertoyudan
- Koperasi Desa Merah Putih Candirejo, Kecamatan Borobudur
- BUMDes Karya Manunggal, Kecamatan Ngablak
Keberadaan Mitra Samsat Budiman menjadi terobosan penting dalam pelayanan publik karena mampu menyediakan layanan pembayaran PKB dan administrasi kendaraan hingga ke tingkat desa.
Pada sesi talkshow edukatif, Kasatlantas Polresta Magelang Kompol Nyi Ayu Fitria Rachma menegaskan bahwa kepolisian memiliki peran besar dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pembayaran PKB dan BBNKB.
Ia menyampaikan bahwa kepolisian bekerja sama dengan UPPD Samsat dan BPPKAD secara rutin menggelar operasi gabungan untuk memeriksa kendaraan yang melintas, terutama yang belum daftar ulang atau terlambat membayar pajak.
“Operasi ini tidak hanya bersifat penertiban, tetapi juga edukatif karena masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya membayar pajak tepat waktu serta menjaga ketertiban administrasi kendaraan,” ujar Ayu.
Ia juga menyoroti masih banyaknya masyarakat yang enggan melakukan balik nama kendaraan bekas, padahal kebiasaan tersebut berpotensi mengurangi penerimaan daerah. Beberapa pemilik juga menggunakan data orang lain untuk menghindari pajak progresif. Edukasi harus terus dilakukan agar masyarakat lebih patuh pada regulasi.
“Harapan kami masyarakat bisa lebih meningkatkan kepatuhannya. Jangan ragu untuk mengurus balik nama kendaraan. Saat ini sudah banyak kemudahan pelayanan yang disiapkan pemerintah dan Samsat,” tutupnya. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar