Gunung Merapi di Minggu Pertama 2021, BPPTKG : Laju Deformasi 15 Sentimeter per Hari

BNews—MAGELANG—Aktivitas Gunung Merapi menunjukkan peningkatan secara flutuatif. Hal tersebut berdasarkan pantauan BPPTKG Yogyakarta mulai 1-7 Januari 2021.

Bukan hanya awan panas, namun juga deformasi, lava pijar dan juga kegempaan. Deformasi, misalnya, berdasarkan pemantauan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar 15 sentimeter per hari.

Kemudian guguran lava pijar, teramati sebanyak 19 kali. ”Jarak luncurnya maksimal 800 meter ke hulu Kali Krasak,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Jumat (8/1/2021). Dikutip dari Tempo.

Dia menjelaskan, pada pekan yang sama juga mulai terjadi luncuran awan panas sebanyak 4 kali. Yakni pada 7 Januari lalu, pukul 08.02, 12.50, 13.15, dan 14.02 WIB. Dengan jarak luncur awan panas guguran diperkirakan kurang dari satu kilometer dan ke arah arah hulu Kali Krasak.

”Selama periode pengamatan dalam sepekan, awal tahun ini, cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi, sedangkan siang hingga malam hari berkabut,” jelas dia.

Untuk pengamatan secara visual, nampak asap putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah. Tinggi asap maksimum 800 meter yang teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Selo pada tanggal 7 Januari 2021 pukul 06.40 WIB lalu.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)
Loading...

Lanjut Hanik, analisis morfologi area puncak Merapi berdasarkan foto dari sektor barat daya pada 7 Januari terhadap tanggal 24 Desember lalu, menunjukkan sudah adanya perubahan. Penyebabnya, aktivitas guguran dan adanya kubah lava baru.

Kemudian dalam periode pengamatan 1-7 Januari 2021, tercatat empat kali awan panas guguran (AP), 541 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 2.270 kali gempa Fase Banyak (MP), empat kali gempa Low Frekuensi (LF), 611 kali gempa Guguran (RF), 628 kali gempa hembusan (DG) dan empat kali gempa Tektonik (TT).

Sedangkan kondisi hujan dan lahar, kata Hanik, dalam seminggu yang sama terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi. Dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 46 milimeter per jam selama 75 menit di Pos Kaliurang pada tanggal 6 Januari 2021 dan dilaporkan juga terjadi penambahan aliran di kali Boyong.

”Dari gejala yang muncul sepekan ini, aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi, sehingga status aktivitas masih dalam tingkat Siaga,” pungkasnya. (mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: