Hasil Swab 11 Pasien Meninggal di Kabupaten Magelang Tak Kunjung Keluar

BNews–MUNGKID– Sebanyak 11 warga Kabupaten Magelang sejauh ini dilaporkan meninggal dunia dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) (13/4/2020). Dan semuanya belum jelas atau belum diketahui hasil swabnya.

Bupati Magelang Zaenal Arifin mengatakan bahwa kepastian masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium di Yogyakarta. “Jumlah 11 orang ini berangkat langsung status PDP. Jadi secara protokol kesehatan, pasien yang mengalami gejala apapun itu masuk di PDP,” katanya kemarin.

Kemudian, lanjutnya bawha PDP ini diproses secara protokol kesehatan apakah yang bersangkutan ini positif atau tidak. “Hal ini tetap menunggu dari laboratorium kesehatan,” imbuhnya.

Hasil dari pemeriksaan Swab 11 PDP tersebut sampai hari ini belum ada yang keluar. Untuk itu kepastian mereka apakah negatif atau positif mesti menunggu hasil tersebut keluar.

“Kita merujuk di Yogyakarta, sesuai perintah dari pempus kemenkes, sehingga 11 yang meninggal ini belum ada yang dinyatakan positif karena hasil laboratoriumnya belum keluar. Ada juga yang belum sempat diambil lab-nya,” paparnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Namun, menurut Zaenal Arifin 11 orang yang meninggal dan berstatus PDP tersebut telah dimakamkan dengan baik sesuai protokol kesehatan penanganan Covid-19. “Mereka dimakamkan sesuai dengan protokol kesehatan. Sesuai informasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, hasil SWAB pasien yang meninggal sampai saat ini belum keluar,” tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Retno Indriastuti, mengatakan, menurut riwayat perjalanan, sebagian pasien yang meninggal telah berpergian dari daerah yang terjangkit. “Terdapat juga sebagian PDP meninggal yang berkontak erat dengan orang yang mungkin membawa penyebaran,” tambahnya.

Secara rentang usia, sambung Retno bahwa PDP yang meninggal rata-rata berumur dewasa di atas 30 tahun hingga 80 tahun. “Mereka juga rata-rata memiliki penyakit penyerta atau Comorbid seperti Pneumonia, Hidrocephalus, hingga penyakit jantung,” jelasnya.

Sementara itu berkaitan dengan adanya pasien positif Covid-19 yang tidak dirawat di rumah sakit, Retno mengatakan, sudah sesuai dengan pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19. Pedoman tersebut diterbitkan pemerintah pusat, pasien dengan kategori PDP tapi ringan dan sedang memang hanya dilakukan isolasi mandiri di rumah.

“Isolasi mandiri ini tidak dibiarkan saja, tetap dalam pemantauan petugas kesehatan di lapangan. Ada intevensinya juga ada, kapan dilakukan swab untuk mengetahui kepastian itu. Hari kedua dilakukan SWAB, kemudian kita tunggu perkembangannya selama 14 hari,” terangnya.

Untuk yang melakukan isolasi mandiri itu secara bertahap akan dilakukan pemantauan SWAB ini. “Mudah-mudahan hari ke-14, pasien sudah negatif, sehingga yang bersangkutan sudah sehat kembali. Semua dilakukan berdasarkan pedoman pencegahan pengendalian covid-19,” pungkasnya. (*/her)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: