Hasto Desak Polisi Usut Tuntas Peganiayaan Satgas PDIP di Jalan Magelang

BNews—JOGJAKARTA— Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mendesak aparat kepolisian agar segera mengusut tuntas. Dan menangkap semua pelaku penganiayaan Supriyanto yang juga Satgas PDI Perjuangan hingga meninggal dunia di Sleman beberapa waktu lalu.

Hasto menilai, penganiayaan itu tidak saja perbuatan melawan hukum tapi menghilangkan nyawa orang lain. PDIP akan terus memonitor proses penegakkan hukum yang dilakukan aparat kepolisian.

Hasto meminta kader PDIP untuk menahan diri, tidak emosi dan tetap berada dalam satu komando. Pada kesempatan itu, secara pribadi Hasto menyampaikan ikut berduka yang mendalam kepada keluarga korban. Ia mendesak kepada aparat aparat kepolisian agar segera mengusut kasus tersebut secara tuntas.

”Kami mendesak aparat kepolisian untuk mengusut kasus tersebut secara tuntas dan segera menangkap pelaku demi menegakkan keadilan. Sebab pelaku tidak saja telah melakukan tindakan yang melawan hukum tapi juga telah menghilangkan nyawa seorang, yang mana itu adalah Satgas PDI Perjuangan,” kata Hasto Kristiyanto saat menghadiri acara peringatan tujuh hari meninggalnya Supriyanto dalam rilisnya, Senin (4/10).

Selain Hasto Kristiyanto, hadir dalam acara peringatan tujuh hari meninggalnya Supriyanto adalah Ketua DPD PDI Perjuangan DIJ yang juga Ketua DPRD DIJ Nuryadi, Sekretaris DPD PDI Perjuangan DIJ Totok Hedi Santosa, Ketua DPC Kabupaten Sleman Koeswanto. Wabup Sleman Danang Maharsa, Anggota DPRD DIJ Yuni Satia Rahayu, Ketua DPRD Kabupaten Sleman Haris Sugiharta serta sejumlah pengurus dan kader PDI Perjuangan lainnya.

Hal yang sama disampaikan Sekretaris DPD PDIP DIY Totok Hedi Santosa.Pria yang akrab disapa Tohed ini meminta para kader PDIP DIJ agar percayakan penanganan kasus tersebut kepada aparat kepolisian. Tanpa menghalangi atau mengurangi solidaritas kader partai.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Diberitakan sebelumnya, Supriyanto, warga Kutu Patran, Sinduadi, Mlati, Sleman, meninggal dunia dalam peristiwa yang terjadi di Boshe Club VVIP Jogja, Selasa (28/9) lalu. Tepatnya sekitar pukul 01.30WIB, setelah dianiaya oleh sekelompok orang.

Menurut Kapolres Sleman AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono pada Rabu (29/9), peristiwa diduga karena adanya selisih paham. Tiga orang yang diduga sebagai pelaku kemudian menyerahkan diri ke Polres Sleman pada Selasa (28/9). (ifa/han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: