10 Daftar Sepeda Motor Inovatif Yang Tak Laku Dipasaran

BNews—OTOMOTIF— Setiap Industri pabrikan sepeda motor selalu berusaha menciptakan produk yang laris dipasaran. Tak jarang mereka kemudian menciptakan tren baru. Namun, tidak selalu gebrakan produk dan inovasi diterima banyak konsumen.

Seperti pada beberapa sepeda motor berikut yang dianggap sebagai produk gagal. Berikut Borobudur News rangkung sepuluh tipe motor dari beragam merek yang tidak laku di Indonesia:

Honda CS1

Desain yang futuristik dan mencerminkan masa depan tidak menjamin Honda CS1 diterima market. Bahkan, pecinta otomotif kebanyakan menganggap bodi motor kurang elegan. Modelnya juga bikin bingung antara motor sport atau bebek atau bukan keduanya.

Honda Kirana

Kirana dalam Bahasa Indonesia berarti cantik. Namun apa jadinya jika motor keluaran 2002 kurang diminati karena bodi mengadopsi Honda Grand dan rem masih tromol. Padahal, Kirana memiliki kapasitas mesin cukup besar dizamannya, yakni 125cc.

Sementara kala itu mesin masih didominasi 100-110cc. Motor yang dulu disia-siakan, kini jadi incaran. Harga bekasnya bisa sampai Rp5 juta sampai Rp6 juta, lho.

Honda Karisma

Honda sempat meluncurkan dua tipe yakni Karisma 125D dan Karisma X di tahun 2002. Meski didukung rem cakram, namun sepeda motor ini ’dibenci’ karena memiliki tarikan yang lambat. Sementara konsumsi bensin yang boros, lampu redup, suspensi keras dan getar pada bagian batok hingga buritan.

Honda Revo AT

Tipe sepeda motor yang satu ini ibarat kawin silang. Gabungan antara tipe matik dan bebek. Bodi motor seperti motor bebek namun bertansmisi otomatis. Ternyata inovasi gabungan tersebut tidak melahirkan kesuksesan penjualan di Indonesia. Malah produknya bikin geli.

Yamaha Lexam

Sama seperti Revo AT, Yamaha Lexam dicap sebagai konsep bebek matik yang gagal dipasaran. Lexam kurang laku karena bebek matik terkesan nanggung.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik di sini)

Kymco Free Lx

Anak 90-an masih ingat, demi menggaet kalangan anak muda, Kymco sampai menggaet artis multitalenta Agnez Mo. Brand asal Tiongkok ini pada zamannya memang cukup trendi dibandingkan motor matik lainnya.

Beberapa keunggulan antaranya kapasitas tangki lima liter, konsumsi BBM irit hingga serta footstep yang bisa diatur hanya dengan menekan tombol. Namun sepeda motor ini kalah mentereng dari produk Jepang macam Honda, Yamaha maupun Suzuki

Yamaha Nouvo

Sejak 2002, Yamaha Nouvo hadir sebagai skutik pertama yang membuka jalan bagi Yamaha Mio. Motor ini juga menjadi pelopor helm-in (bagasi untuk tempat helm) di Indonesia.

Motor ini lahir dalam dua generasi yakni Nouvo ’Lele’ dan Nouvo Z. Tahun 2007 Yamaha menyuntik mati Nouvo karena ditengarai kurangnya pengetahuan masyarakat Indonesia saat itu tentang motor matik.

Suzuki Spin

Tipe sepeda motor ini bukan benar-benar tidak laku. Namun hanya tak cukup memukau konsumen Indonesia. Sehingga tipe ini berhenti produksi pada tahun 2011 dan digantikan oleh tipe yang lebih baru, yakni Suzuki Nex rival dari Yamaha Mio dan Honda Vario.

Suzuki Arashi 125

Sebenarnya motor yang dilauncing Maret 2006 ini cukup keren. Head Lamp-nya saja mengadopsi lampu depan motor gede terkencang se-jagad, Hayabusa. Namun, penjualan motor tipe bebek sport tidak mencapai target diharapkan karena konsumen Indonesia belum siap menerima konsep dan inovasi yang terlalu maju.

Kawasaki Edge

Bicara Kawasaki, pasti kalian langsung berceletuk ’Ninja’. Sebuah mahakarya legendaris nan laris di seluruh dunia sepanjang masa.

Namun, tahukah kamu jika Kawasaki tidak hanya memproduksi motor jantan nan macho, tetapi juga bermain di kelas bebek. Kawasaki pernah menghadirkan Edge namun respons pasar tidak sebaik yang diharapkan. (mta/han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: