Hendak Bekerja, Gadis Desa Ini Malah Jadi Korban Pencabulan

BNews—JATENG— Seorang Gadis berusia 20 tahun menjadi korban pencabulan enam pemuda. Tentunya hal tersebur membuat gadis berinisial MN ini trauma.

MN gadis asal Kabupaten Wonigiri dicabuli oleh enam pemuda di tengah kebun di Kota Semarang bulan lalu. Niat bekerja di kota besar namun asep naas menimba gadis tersebut.

Advertisements


Wakapolsek Banyumanik AKP Suradi Warso, mengatakan, kejadian bermula saat korban yang tercatat sebagai warga Wonogiri, pulang nonton pertunjukan wayang orang di Pudakpayung Kecamatan Banyumanik pada September lalu. Namun di tengah jalan, korban bertemu teman pria yang dikenalnya melalui media sosial.


Bukannya diajak pulang, korban diajak keliling kota hingga nonton balap liar. Korban mulai curiga ketika teman bersama gerombolannya itu mengajak ke tempat sepi seperti kebun.

Gadis malang itu pun tak kuasa menolak permintaan pelaku karena takut diancam. “Di lokasi sepi itu korban kemudian dipepet oleh para pelaku. Di kebun itulah korban langsung dikerjain. Yang eksekusi FN, dia otak pelakunya,” katanya (7/10).

Selesai melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku lantas mengantar korban pulang ke kosnya di wilayah Banyumanik. Merasa menjadi korban pelecehan, dia menceritakan peristiwa nahas tersebut kepada temannya.

“Korban shock berat hingga sering pingsan. Dia menceritakan kalau sudah jadi korban pemerkosaan oleh sejumlah pemuda,” terang dia.

BACA JUGA : Pria Asal Magelang yang Perkosa Anak Kandungnya Diperiksa Kejiwaanya

Korban membutuhkan waktu untuk menata hati hingga berani melapor ke Polsek Banyumanik pada tengah Bulan September lalu. Setelah mendapatkan laporan itu, polisi langsung bergerak untuk mengejar para pelaku pencabulan.

Akhirnya Polisi berhasil membekuk enam pemuda yang diduga terlibat perbuatan bejat itu. Keenam pelaku adalah CH, ADP, RA, FP, YAP, dan NH. Mereka masih dalam pemeriksaan petugas Reskrim Polsek Banyumanik. Mereka punya peran masing-masing sehingga polisi mengenakan pasal berbeda.

“Enam orang punya peran. Dua di antaranya tidak ikut memerkosa, namun hanya ikut memegangi tangan dan kepala korban agar tidak berontak saat digagahi temannya,” imbuh Suwardi.

“Untuk CH, ADP, RA dan FP dikenakan Pasal 285 KUHP tentang Pemerkosaan dengan ancaman 12 tahun penjara. Sedangkan YAP dan NH dikenakan Pasal 289 KUHP tentang Pembiaran Pemerkosaan dengan ancaman 9 tahun kurungan penjara,” ujarnya.

Para pelaku pencabulan ini tak dapat mengelak ketika dijemput polisi di rumah masing-masing.”Kini mereka masih mendekam di rutan Polsek Banyumanik untuk mengikuti proses hukum,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: