Ide Kreatif Dosen PGSD UNIMMA, Belajar Dari Rumah Yang Menyenangkan

BNews–MERTOYUDAN– Pandemi Covid-19 membuat sistem pendidikan di Indonesia harus sedikit terhambat sementara. Peran pengajar untuk berinovasi dalam sistem pembelajaran benar-benar diuji kali ini.

Seperti halnya yan dilakukan salah satu Dosen PGSD Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) satu ini. Dirinya memilik ide kratif membuat sebuah sistem pembelajaran dari rumah yang menyenangkan. Yakni “Jurnal Pembelajaran”.

Namanya, Septiyati Purwandari, M.Pd yang ditemui salah satu mahasiswanya di Laboratorium Multiple Intelligence, Universitas Muhammadiyah Magelang. Ia dikenal juga sebagai sosok yang sangat inspiratif, inovatif, dan kreatif.

Ide-idenya dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan anak sekolah sangatlah luar biasa. Beliau memiliki bidang keahlian Inovasi dan Strategi Pembelajaran, Parenting, Literasi, Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar.

Terkait idenya soal Jurnal Pembelajaran, Ia menjelaskan bahwa hal itu berisi kegiatan-kegiatan pembelajaran seperti biasa. Namun, diisi materi dengan memperpendek waktu belajar, memperdalam materi, memanjangkan eksplorasi, dan menggunakan lingkungan sebagai media belajar.

Septi sapaan akrabnya, diketahui sudah mengembangkan Jurnal Pembelajaran ini sejak tahun 2009. Jurnal Pembelajaran beliau kembangkan untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermanfaat bagi siswa.

“Sudah saya kembangkan  Jurnal ini sudah lama sejak 2009. Tujuannya sederhana, belajar yang menyenangkan,” katanya.

Loading...

Pengembangan Jurnal tersebut dilakukannya selama 11 tahun lamanya. Jurnal Pembelajaran yang beliau kembangkan ditujukan kepada siswa dan orang tua.

DOWNLOAD MUSIK KEREN (KLIK DISINI)

Diungkapkanya, awalnya Ia memperkenalkan dan mencoba Jurnal Pembelajaran ini di lembagnya. Kemudian hasil yang diberikan dari implementasi di lembaga mengenai Jurnal Pembelajaran memberikan hasil yang baik.

“Kami kemudian kembangkan ke siswa Sekolah Dasar. Lalu ilmunya diberikan kepada mahasiswa untuk dibuat dan diimplementasikan di dusun atau desa masing-masing karena pandemi,” ungkapnya.

Kegiatan yang terdapat dalam Jurnal Pembelajaran tidak harus berupa materi yang begitu banyak. Cukup memberikan materi yang sedikit, namun waktu memperdalam materi diperpanjang atau diperlama.

“Kegiatan ini dapat diawali dengan mengenalkan siswa kepada kegiatan sederhana yang dapat dilakukan di rumah. Misalnya cara menyapu, membersihkan tempat tidur, dan kegiatan lain yang ringan. Karena tujuan dari Jurnal Pembelajaran ini adalah siswa dan orang tua sebagai guru siswa di rumah,” paparnya.

Septi menyebutkan, Jurnal Pembelajaran dapat diberikan kapan saja, dimana saja, dan oleh siapa saja. Tidak harus waktu ada wabah atau pandemi dan jangan sampai berhenti.

“Terus lakukan pembelajaran menggunakan Jurnal Pembelajaran ini, meskipun wabah atau pandemi sudah hilang. Tidak harus guru, orang tuapun dapat menjadi guru bagi siswa ketika berada di rumah dan dalam pembelajaran di rumah karena pandemi,” ujarnya.

Ia menegaskan, hal itu tidak akan pernah berakhir dan tidak akan berhenti belajar menggunakan Jurnal Pembelajaran/ “Alasannya karena Covid bukanlah suatu alasan yang dapat memberikan efek tidak terlaksananya pembelajaran menggunakan Jurnal Pembelajaran,” tegasnya.

Sumber belajar ini diberikan nama Jurnal Pembelajaran agar siswa yang menggunakan Jurnal ini tidak terkesan ditekan dan disuruh untuk belajar. Namun siswa mampu melakukan dan memahami materi di dalam Jurnal.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Saya berharap siswa mampu dan mau bergerak, bermain, dan belajar menggunakan Jurnal Pembelajaran ini. Siswa diajak untuk mengeksplor benda-benda, kegiatan-kegiatan yang ada di sekitar lingkungannya. Jadikan lingkungan sebagai media siswa untuk belajar,” harapnya.

Jurnal tersebut semakin kuat setelah dilakukan kepada siswa kelas III SD yang diajak menggunakan Jurnal Pembelajaran. Awalnya Septi ingin membuat RPP inovasi Kemendikbud, namun karena pandemi Ia meminta mahasiswa PGSD kelas Microteaching beliau untuk membuat Jurnal Pembelajaran.

“Saya hanya memberikan idenya untuk membuat sebuah kegiatan pembelajaran yang menarik untuk siswa. Dan hal ini sangat diapresiasi oleh siswa dan juga orang tua di rumah karena pembelajaran masa pandemi,” ungkap Septi.

Kegiatan praktek salah satunya dilakukan di dusun Seloiring, Jumoyo, Salam Magelang. Kegiatan pembelajaran yang terkandung tidak hanya memberikan sebuah materi, namun juga kegiatan yang mengasah keterampilan dan gerak tubuh siswa.

Jurnal ini sangat bermanfaat bagi siswa yang terpaksa harus belajar di rumah karena pandemi. Rasa jenuh dan dituntut untuk paham memberikan siswa rasa tidak nyaman dalam melakukan kegiatan pembelajaran via daring. Sehingga, Jurnal Pembelajaran ini memberikan hasil yang sangat bagus. Jurnal Pembelajaran ini dapat menjadi alternatif bagi siswa untuk belajar dari rumah (BDR) selama masa pandemi.

“Ya, kegiatannya sangat menarik dan menyenangkan. Semoga besok ada kegiatan seperti ini lagi ya mbak,” jawab salah satu siswa kelas III.

Karena respon yang diberikan positif dari orang tua dan siswa yang diajak untuk mengimplementasikan Jurnal Pembelajaran, Septi merasa sangat senang.

Lanjut Septi, yang berharap juga kelak Jurnal Pembelajaran ini dapat dikembangkan dan digunakan dalam pembelajaran di dunia pendidikan. “Ya semoga bisa digunakan kedepan oleh lembaga, instansi atau di rumah,” pungkasnya. (*/adv)

Penulis : Hesti Nurrohmah

Mahasiswa Prodi PGSD Universitas Muhammadiyah Magelang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: