Ikuti Ajang Mandalika Essay Competition 3, Mahasiswa Untidar Magelang Raih Silver Medal
- calendar_month Sel, 10 Okt 2023

Mahasiswa Untidar Magelang berhasil meraih Silver Medal dalam lomba Mandalika Essay Competition 3 yang digelar di Universitas Gunung Rinjani. (foto: istimewa)
BNews—MAGELANG— Mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) Magelang berhasil meraih Silver Medal dalam lomba Mandalika Essay Competition 3 yang digelar di Universitas Gunung Rinjani beberapa waktu lalu.
Mahasiswa tersebut yaitu Ines Aulia Lisnur (S1 Ekonomi Pembangunan 2021), Wakhidatul Choeriyah (S1 Ekonomi Pembangunan 2020), Endah Nalasari (S1 Teknik Sipil 2021), dan Hafizh Ihsan Raihanudin (S1 Teknik Mesin 2020). Mereka adalah anggota UKM UKAI Ar-Ribath.
“Tim kami memilih sub tema pariwisata dan budaya. Inovasi karya yang kami presentasikan adalah CULA (Cultural Learning Applications) sebagai inovasi aplikasi untuk melestarikan budaya di dunia digital. Ini akan menjadi alternatif sebagai wadah informasi generasi Z,” kata Ines Aulia Lisnur selaku Ketua Tim, dalam keterangan pers yang diterima Borobudur News, Selasa (10/10/2023).
Diketahui Mandalika Essay Competition 3 mengusung tema "Peran Teknologi dan Inovasi untuk Kemajuan Bangsa" merupakan lomba esai yang terbuka bagi siswa, mahasiswa, dan umum dengan rentang usia 17-27 tahun.
Kompetisi ini bersifat individu atau tim yang terdiri dari 2-5 orang dengan total peserta 147 tim dan terdiri dari 8 sub bidang. Tim UKA Ar RIbath memperesentasikan karya secara langsung di depan juri setelah ditetapkan sebagai enam finalis terpilih dari sub tema pariwisata dan budaya.
Ines menjelaskan, tim UKAI Ar-Ribath menggagas peran generasi muda sebagai tongkat estafet kebudayaan dan identitas bangsa untuk melestarikan kebudayaan di Indonesia. Budaya dalam kehidupan bersosial sangat dibutuhkan apalagi di era sekarang, nilai-nilai sudah mulai luntur di kalangan anak-anak dan pemuda.
”Banyaknya faktor dan kendala mengenai pengetahuan budaya di Indonesia, sehingga perlu adanya inovasi baru. Yang mampu memanfaatkan teknologi agar budaya di Indonesia tetap lestari meski berada di era globalisasi,” ujarnya.
IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Dia memaparkan, Cultural Learning Application (CULA) merupakan inovasi aplikasi pembelajaran budaya dalam upaya melestarikan budaya Indonesia. Dengan panyajian tampilan aplikasi berupa rumah adat, pakaian adat, tarian adat, makanan khas, lagu daerah, Bahasa daerah, kuis yang berbentuk tulisan, suara (mp3), dan video atau gambar 3D.
”CULA membawa sistem yang bersifat praktis, adaptif, dan solutif dengan kebutuhan pelestarian di era saat ini. Aplikasi ini dapat diakses di berbagai perangkat penggunanya melalui berbagai sistem yang digunakan mulai dari Android, iOS, maupun Windows,” paparnya.
Lanjut Ines, aplikasi ini juga bersifat user friendly dan mobile. Artinya bisa digunakan oleh siapa saja yang memungkinkan bisa mengakses aplikasi ini sesuai kebutuhannya secara praktis.
“Di era digital yang serba canggih seperti sekarang, teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk melestarikan dan mengembangkan budaya. Pemanfaatan CULA bagi anak zaman sekarang yaitu sebagai digitalisasi budaya serta pelestarian budaya agar tetap menjaganya, mempelajarinya, dan mengenalkannya pada generasi selanjutnya,” pungkasnya. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 7



Saat ini belum ada komentar