Industri Rumah Tangga Gula Merah di Magelang Perlu Pendampingan Pengurusan SPP-IRT

BNews–MAGELANG– Dosen dan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) gelar penyuluhan dan pendampingan. Yakni tentang tata cara pengurusan Sertifikat Produk Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).

Sasarannya kepada pelaku usaha industri rumah tangga Dusun Bayanan Kulon, Desa Pasuruhan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Rabu lalu (12/1/2022).

Dosen Pembimbing Lapangan Dakum, S.H.I., M.H. dalam sambutannya mengatakan, kegiatan penyuluhan ini merupakan Program Pengabdian Masyarakat Terpadu (PPMT). Dimana yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum UNIMMA yang serupa dengan program KKN bagi mahasiswa.

”Adanya SPP-IRT bagi industri rumah tangga ini agar pemasaran yang dilakukan lebih luas jangkauannya,” imbuhnya.

Hadir sebagai narasumber kegiatan ini para dosen Fakultas Hukum UNIMMA yang terdiri dari Dr. Dyah Adriantini Sintha Dewi, S.H., M.Hum.; Puji Sulistyaningsih, S.H., M.H., Suharso, S.H., M.H., dan Bambang Tjatur Iswanto, S.H., M.H.

Dr. Dyah Adriantini Sintha Dewi, S.H., M.Hum. mengatakan, adanya SPP-IRT merupakan sebuah upaya pengawasan pemerintah. Yakni dalam hal makanan yang dihasilkan dari industri rumah tangga.

“Dengan demikian, produk yang dipasarkan mendapat jaminan keamanan,” katanya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Sementara menurut Puji Sulistyaningsih, S.H., M.H. pengurusan SPP-IRT memiliki prosedur yang harus dilakukan. “Mulai dari menyiapkan label untuk produknya sampai dengan mengikuti penyuluhan yang dilakukan oleh dinas terkait,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Suharso, S.H., M.H. yang mengungkapkan senada dengan Bambang Tjatur Iswanto, S.H., M.H; yakni pelaku usaha industri rumah tangga sebelum melakukan pendaftaran SPP-IRT sebaiknya menyiapkan dan memahami syarat-syaratnya. Serta alur yang ada agar proses pendaftaran berjalan dengan lancar.

Salah satu pelaku usaha industri rumah tangga gula merah dusun Bayanan Kulon, Suyono  mengatakan, selama ini usahanya sudah berjalan sekitar 5 tahun. Untuk pemasarannya cukup baik tapi masih terbatas pada pasar tradisional.

“Saya sebenarnya sudah menginginkan memiliki SPP-IRT sejak lama, namun masih bingung bagaimana cara mengurusnya,” katanya.

Adanya kegiatan ini Suyono sangat berharap dapat segera memiliki SPP-IRT usaha produksi gula merahnya. “Sebenarnya di dusun Bayanan Kulon sendiri terdapat sekitar 9 industri rumah tangga gula merah, yang juga perlu memiliki SPP-IRT,” pungkasnya.  (adv)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: