IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

INGAT…Besok Pilkades Serentak di 294 Desa di Magelang

BNews—BOROBUDUR—Sebanyak 794 calon dari 294 desa di Kabupaten Magelang bakal bertarung dalam Pemilihan Kepala Desa serentak, besok (24/11). Dalam kontestasi Pilkades 2019, masyarakat diingatkan untuk cermat memilih sosok Cakades melalui visi misi mereka.

Budayawan Kabupaten Magelang, Tri Yudho Purwoko mengatakan, kesuksesan demokrasi dalam Pilkades dilihat dari minim atau nihilnya kecurangan dan kejahatan. Seperti praktik money politic atau politik uang hingga judi.

”Memilih bukan karena uang tetapi karena visi misi yang mereka kampanyekan,” kata Purwoko, Sabtu (23/11).

Purwoko menjelaskan, memilih Cakades yang ideal, kredibel dan amanah akan mudah terwujud bila sistem pemilihannya bersih dan jujur. Termasuk dari unsur pelaksana yang terlibat seperti panitia, Cakades hingga tim sukaes.

”Jika semua unsur tersebut dapat berjalan dengan bersih dan bebas politik uang maka kemungkinan memperoleh Kepala Desa yang ideal akan lebih mudah,” jelas dia.

Masih menurut Purwoko, untuk mewujudkan pemerintah desa yang bersih, perlu didukung regulasi Pilkades jelas, kuat dan memihak masyarakat. Sehingga akan menguatkan sistem pelaksanaan Pilkades nantinya.

”Seperti memberi sanksi tegas pelaku politik uang dan botoh saat Pilkades,” tegasnya.

Loading...

Selain itu, keberadaan tim sukses menjadi salah satu unsur penting memperkenalkan kualitas Cakades dalam masyarakat. Seperti mempromosikan program hingga visi misi jagoannya.

”Bila jagoannya nanti terpilih, tugas tim sukses adalah wajib bertanggung jawab dalam merealisasikan janji dan visi misi yang ditawarkan. Jangan sampai masyarakat yang sudah memilih malah merasa dirugikan,” imbuhnya.

Terpisah, Akademisi Universitas Muhammadiyah Magelang, M Zuhron Arofi mengatakan, Pilkades tidak ada bedanya dengan pesta demokrasi secara umum yang terjadi di Indonesia. Apalagi ada dua hal yang menjadi tradisi setiap Pilkades dilangsungkan, yakni botoh dan politik uang. Botoh sendiri tidak bisa dikatakan tim sukses sebab kadangkala ia berdiri dua kaki.

Menurut Zuhron, tidak mudah menghilangkan budaya politik uang dan botoh. Sebab, keduanya sudah melekat dan menjadi bagian dari proses sehingga sulit menjamin terpilih kades yang bersih dan berkualitas.

”Belum lagi dikaitkan dengan potensi Dana Desa, itu lebih ngeri dan rawan. Justru Dana Desa dijadikan motivasi untuk berkuasa. Jadi sangat pragmatis meskipun tidak semua bisa digeneralisir,” pungkas Zuhron. (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: