Ini 25 TKP Curat Oleh Suparman Raja Maling Magelang

BNews—MUNGKID—Pelaku specialist pencurian Rumah Kosong, Sekolahan, Balai Desa dan Puskesmas di Magelang dihadirkan dalam konferensi pers Polres Magelang siang ini (1/7). Suparman, 44 warga Gowok Pos Desa Sengi Kecamatan Dukun ini telah beraksi di 25 TKP di Kabupaten Magelang sejak tahun 2014 hingga 2019.

Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan bahwa pelaku ini berhasil ditangkap setelah melakukan aksi terakhirnya di Ngablak bulan Mei 2019. “Suparman sudah dipantau tim buser dirumahnya, dan diamankan pada Kamis 27 Juni 2019 lalu,” katanya.

Melaku ini telah melakukan aksinya sejak tahun 2014 lalu, dan berikut daftar lokasi pencurian : yang diakui oleh pelaku :

  1. Bulan Mei  2019 , Lokasi Desa Ngemplak Kecamatan Ngablak. Hasil Curian : 4 buah HP dan Emas berupa 2 gelang dan 1 cincin.
  2. Bulan April 2019, Lokasi Desa Muneng Kecamatan Pakis. Hasil curian : Proyektor, Laptop, dan TV LCD.
  3. Bulan April 2019, Lokasi SD Daleman Kecamatan Pakis. Hasil curian: 2 Laptop.
  4. Bulan Januari 2019, Lokasi     SD Ngemplak Kecamatan Ngablak.Hasil Curian: 1 Proyektor dan 1 Laptop.
  5. Bulan Januari 2019, Lokasi: MI Ketawang Kecamatan Grabag.Hasil Curian: Komputer.
  6. Tahun 2018, Lokasi :  Puskesmas Dadapan Kecamatan Pakis. Hasil Curian: Sepeda Motor Revo.
  7. Tahun 2018, Lokasi:   Rumah Desa Muneng Kecamatan Pakis. Hasil curian:  HP Nokia dan TV LCD 32 Inch.
  8. Bulan Mei 201, Lokasi : Desa Ketawang Kecamatan Grabag. Hasil curian: HP Oppo dan Uang
  9. Tahun 2017, Lokasi: Dusun Semen Desa Krinjing Kecamatan Dukun. Hasil curian: Uang Rp 6.000.000 dan Tv tabung.
  10. Tahun 2014, Lokasi : Desa Paten Kecamatan Dukun, Hasil curian :  Uang Rp 2.000.000 dan Hp Samsung.
  11. Tahun 2018, Lokasi : Sekayu Kec. Tegalrejo, Hasil curian : TV Tabung dan HP advance.
  12. Tahun 2016, Lokasi : Kintelan Kecamatan Pakis. Hasil curian:  Honda Vario merah dan TV Polytron.
  13. Tahun2016, Lokasi : Ngragon Kecamatan Ngablak, Hasil curian : Sepeda Motor Honda Supra x warna kuning hitam.
  14. Tahun 2018, Lokasi : SD N Tegalrejo. Hasil curian :  TV tabung 14 inch dan Tape Compo.
  15.  Tahun 2016, Lokasi : Kopeng Kecamatan Sawangan. Hasil curian: Sepeda motor Honda Supra Fit warna Hitam.
  16. Tahun 2017, Lokasi : Kadisono Kecamatan Sawangan. Hasil curian: TV tabung dan HP Nokia.
  17. Tahun 2018, Lokasi: Kadisono Kecamatan Sawangan. Hasil curian: TV LCD 32 Inch dan HP samsung J5.
  18. Tahun 2014, Lokasi : Nanggan Desa Kaponan Kecamatan Pakis. Hasil curian:TV 14 Inc.
  19. Tahun 2019, Lokasi: MI Losari Pakis  
  20. Tahun 2019, Lokasi Balai Desa Losari. Hasil curian : 2 Laptop merk , Toshiba dan Accer, TV LCD 24 Inc dan Laptop Lenovo.
  21. Tahun 2018, Lokasi : Polindes Ketundan Pakis. Hasil curian: TV Lcd 32 Inch, Tv tabung 21 Inch, Laptop merk accer bentuk kecil, Tape Kompo.
  22.  Tahun 2019, Lokasi   Balai Desa Krinjing Kecamatan Dukun. Hasil curian: Proyektor, TV LCD, Laptop Merk Accer.
  23. Tahun 2018, Lokasi : SD Jarakan Kecamatan Pakis. Hasil curian: Laptop Merk HP dan proyektor.
  24. Tahun 2019, Lokasi    SD N Jambewangi Kecamatan Pakis. Hasil curian: Salon Aktif merk Simbada, bola Voli dan Proyektor.
  25. Tahun 2019, Lokasi:   MI Yospi Jambewangi Pakis. Hasil curian: Dua Sond system
Loading...

Pelaku ini biasanya beraksi dengan tidak beralaskan kaki. “Dirinya biasanya beraksi sendirian bermodal sepeda motor, obeng dan karung untuk menarih hasil curiannya,” imbuh Kapolres.

Atas perbuatannya tersangka melanggar Pasal : 363 KUHP dengan ancaman hukuman Pidana paling lama 7 Tahun. “Kasus ini masih terus dikembangkan dengan menghadirkan saksi dan para penadah barang curian tersebut,” ungkapnya.

“Saya berpesan kepada pemilik rumah, guru atau kepala sekolah, kepala desa atau kepala puskesmas yang merasa menjadi korban pencurian silahkan datang ke Polres Magelang untuk membuat laporan, siapa tahu pelakunya sama dengan yang kita amankan ini,” tandasnya.

Sementara Suparman saat diwawancari awak media mengaku bahwa aksi nekatnya ini dilakukan karena terdesak kebutuhan. “Hasil curian ini untuk kebutuhan sehari-hari, karena setiap harinya bekerja sebagai teknisi parabola tidak cukup,” ungkapnya.

Suparman juga mengaku sudah masuk penjara dua kali dengan kasus yang sama. “Ini yang ketiga kalinya, yang pertama penjara 8 bulan dan kedua selama 3 bula percobaan,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: