Ini Alasan Lapas Potong Masa Tahanan Ibu Pembuang Bayi dari Lantai 3 Matahari Magelang

BNews–MAGELANG–Narapidana wanita kasus pelemparan bayi dari gedung lantai tiga yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Magelang mendapat pembebasan bersyarat. Pembebasan lebih cepat dari jadwal itu layak diberikan NAN, lantaran dia dinilai berkelakuan baik selama menjalani pidana di dalam lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Magelang Bambang Irawan melalui Kasubsi Registrasi Cahyo Sunarko mengenang, selama di dalam tahanan, NAN berkelakuan sangat baik. Selain itu, ibu muda berusia 21 tahun tersebut juga aktif mengikuti kegiatan rohani hingga kemandirian.

“Kami mengenal NAN pribadi yang rajin. Dia aktif mengikuti pengajian, pelatihan tata boga hingga olah raga,” kenang Cahyo kepada Borobudur News, Selasa (23/7).

Cahyo menjabarkan, NAN yang masuk lapas per 20 Februari 2019 seharusnya bebas murni tanggal 25 September 2019 besok. Namun, karena beberapa bertimbangan dengan mengikuti peraturan yang berlaku, NAN mendapatkan pembebasan bersyarat lebih cepat 2 bulan 19 hari. Tepatnya pada hari Senin (8/7), dua pekan lalu.

“NAN terhitung sudah 9 bulan 11 hari di dalam lapas. Dipotong remisi Idul Fitri 15 hari menjadi 8 bulan 26 hari. Dan meski sudah keluar dari lapas, dia baru benar-benar bebas (murni) pada 25 September 2019,” rinci pria yang sudah sepuluh tahun mengabdi di lapas Magelang itu.

Sekdar mengingatkan, sesosok orok bayi berkelamin perempuan ditemukan seorang juru parkir terjatuh dari atas atap seng belakang Kantor Pos Kota Magelang. Bayi tersebut dibuang dengan cara dilempar dari lantai tiga gedung Matahari Mall Magelang, Selasa (2/10/2018) oleh ibunya sendiri usai dilahirkan. (han/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: