Ini Alasan Relief Borobudur Soal Kehidupan Bebas Ditimbun

BNews—MAGELANG— Relief karmawibangga yang berada dibagian paling bawah Candi Borobudur sengaja ditimbun saat proses pemugaran candi. Banyak yang menilai hal itu dilakukan karena relief tersebut tidak layak dipertontonkan ternyata salah.
            Petugas Balai Konservasi Borobudur Mura Aristina mengatakan alasan penutupan relief karmawibangga tersebut dilakukan untuk penguatan struktur Candi Borobudur. Pasalnya, jika tidak ditutup bukan tidak mungkin akan terjadi longsor karena beban berlebihan di atas candi.
            ”Bukan karena tidak pantas dipertontonkan. Itu ditutup untuk penguatan candi borobudur,” katanya.
            Dari informasi yang dikumpulkan panel itu pernah dibuka sekitar tahun 1890-1891, bagian yang tertutup itu dibuka seluruhnya oleh fotografer Kasiyan Chepas untuk dipotret satu per satu. Batu bervolume 13000 meter kubik ini diangkat, lalu dikembalikan lagi ke posisi semula.
            Hasil bidikan Chepas kemudian dibukukan pada 1931. Buku aslinya kini ada di Museum Nasional, Jakarta. Sedangkan klise asli disimpan di Museum Tropen, Amsterdam karena statusnya milik Pemerintah Belanda. Pemerintah Indonesia memiliki replika seluruh foto itu.       

Loading...
            Relief Karmawibhangga itu menggambarkan kehidupan masyarakat saat candi itu dibangun. Bagian paling bawah ini memang perilaku penuh angkara murka dan hawa nafsu yang menyebabkan seseorang masuk neraka jahanam. (bn1)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: