Ini Kebijakan Melintasi Perbatasan Bagi Warga Magelang yang Bekerja di Jogja Atau Sebaliknya

BNews—SLEMAN— Pemerintah Kabupaten Sleman dan Pemprov DIY terus melakukan pengetatan kendaraan masuk dan keluar di wilayah Jogjakarta. Bagi kendaran luar daerah khususnya dari kawasan pandemi Covid diminta untuk kembali atau dikarantina.

Sedangkan, bagi para penglaju yang masih harus bekerja di wilayah sekitar DIY, tidak diberlakukan aturan yang ketat. “Penglajon (penglaju) ndak masalah,” kata dia.

“Kita persilakan. Bagi penglajon ada kelonggaran. Dari dekat nggak masalah, selama menunjukkan identitas, kerja di mana. Kami ingin kesehatan dan ekonomi masyarakat berjalan seiring sejalan,” paparnya.

Tavip memaparkan, selama ini pencatatan pemudik di perbatasan masih menggunakan cara manual. Namun, mulai 1 Mei 2020 pencatatan akan dilakukan secara digital melalui aplikasi Google Form.

“Kami mulai 1 Mei sedang menata ulang, sudah pakai aplikasi online. Jadi begitu buka HP kelihatan dan ada grafisnya. Sejauh ini masih manual. Karena kita kemarin belum siap,” urainya.

Dalam kesempatan yang sama, Ispriyatun Katir Triatmojo, Anggota Komisi C DPRD DIY mengatakan selama ini pimpinan komisi dan anggota DPRD DIY khususnya Komisi C yang mengurusi perhubungan sudah melakukan pemantauan di perbatasan.

“Angkutan-angkutan umum sudah berhenti, alat penunjang sarana dan prasarana, semisal hand sanitizer, pembagian tempat duduk, sudah dilaksanakan,” tuturnya.

Namun, ia meyakini bahwa masih banyak jalan tikus yang bisa dilalui pemudik.

Maka, kata dia, diperlukan pengawasan pula di titik-titik ini. Katir juga mengingatkan pemerintah daerah agar berlaku tegas pada peraturan yang telah ditetapkan.

“Pasti ada banyak yang melanggar. Harus ada ketegasan dari pemerintah daerah. Kita harus tegas, masyarakat yang bandel harus kita kasih pengertian yang jelas. Agar dia tahu ini untuk keselamatan semua orang,” ungkapnya. (her/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: