Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Inovasi SWP Temanggung Sukses Besar di Kuningan, Batik Ciprat Diburu Pembeli

Inovasi SWP Temanggung Sukses Besar di Kuningan, Batik Ciprat Diburu Pembeli

  • calendar_month Kam, 11 Des 2025

BNEWS—JATENG— Inovasi Sheltered Workshop Peduli (SWP) milik Sentra Terpadu Kartini Temanggung terus menunjukkan; perkembangan signifikan dan memberikan dampak nyata bagi penyandang disabilitas.

Program pemberdayaan tersebut, yang dikenal lewat ikon produk batik ciprat, kini direplikasi di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dan langsung mendapat sambutan luar biasa.

Dalam kurun waktu hanya dua bulan sejak dikenalkan, SWP di Kuningan telah menerima ratusan hingga hampir; seribu pesanan batik ciprat dari berbagai kalangan masyarakat. Antusiasme ini menunjukkan tingginya dukungan terhadap karya penyandang disabilitas.

Program replikasi ini dilaksanakan melalui SWP Graha Berdaya Kuningan yang berlokasi di Desa Tambakbaya, Kecamatan Garawangi.

Di tempat tersebut, penyandang disabilitas mental mendapatkan pelatihan intensif mulai dari teknik menciprat malam; pembuatan motif, pewarnaan, proses penjemuran, hingga melorot. Seluruh proses dilakukan dengan tekun, mandiri, dan penuh ekspresi kreatif.

Kepala Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Dewi Suhartini, menegaskan bahwa SWP Graha Berdaya merupaka;n pengembangan dari inovasi SWP yang telah berjalan di berbagai wilayah kerja Sentra Terpadu Kartini.

“SWP adalah inovasi untuk memberikan ruang pemberdayaan bagi penyandang disabilitas. Kami ingin mereka bisa mengekspresikan diri, menghasilkan karya bernilai ekonomi, dan setara dalam berkarya,” ujarnya.

Antusiasme publik semakin terlihat dalam acara Launching SWP Graha Berdaya Kuningan dan Fashion Show Batik Ciprat yang digelar di Gedung Dewangga, Rabu (10/12/2025).

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Dalam momen tersebut, Bupati Kuningan, Dian Rahmat Yuniar, secara resmi meluncurkan batik ciprat lokal dengan nama Batik Ciprat Jamuju, terinspirasi dari pohon endemik khas Gunung Ciremai.

Bupati Kuningan tak hanya memberi nama, tetapi juga mengeluarkan imbauan kepada seluruh ASN di Kabupaten Kuningan untuk mengenakan Batik Ciprat Jamuju pada hari tertentu sebagai bentuk dukungan terhadap karya penyandang disabilitas.

“Semua manusia perlu diberdayakan tanpa memandang latar belakang. Batik ciprat ini adalah wujud komitmen kita untuk mendorong penyandang disabilitas agar bisa berfungsi sosial, mandiri, dan bermanfaat,” tutur Bupati.

Dalam fashion show tersebut, salah satu model, Sellma Putri Rahayu, mengaku bangga mengenakan karya batik ciprat hasil kreativitas penyandang disabilitas.

“Rasanya luar biasa. Saat tahu pembuatnya adalah penyandang disabilitas, saya semakin terharu. Semoga mereka terus diberi ruang untuk berkarya,” katanya.

SWP Sentra Terpadu Kartini Temanggung dikenal sebagai inovasi pemberdayaan berbasis inklusi yang fokus pada peningkatan keterampilan serta kemandirian ekonomi penyandang disabilitas.

Keberhasilan replikasi di Kuningan semakin membuktikan bahwa model pemberdayaan ini dapat diperluas dan memberikan dampak nyata. Sentra Terpadu Kartini Temanggung memastikan replikasi serupa akan terus dilakukan di wilayah kerja lainnya.

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less