Inspiratif, Komunitas Dokter Muda Ini Blusukan Daerah Terpencil Beri Pengobatan


            Komunitas Dokter Muda Clination patut diapresiasi. Mereka  datang ke daerah terpencil untu memberikan bantuan berupa pengobatan gratis kepada warga setempat.
dr Debrina Dewi, Pendiri Komunitas Clination mengatakan di komunitasnya ada belasan dokter muda. Mereka semua merupakan alumnus salah satu universitas swasta di Bandung. “Kami dokter-dokter muda ingin memberikan sesuatu hal yang positif kepada orang lain,” kata perempuan asal Kota Magelang ini.
            Anggota komunitas ini, kata dia merupakan dokter-dokter dari berbagai daerah. Mulai dari Sumatera hingga NTB. “Misi kita adalah keliling daerah-daerah terpencil untuk memberikan bantuan pengobatan,” katanya saat ditemui di kawasan Borobudur beberapa waktu lalu.
            Meski baru berdiri dua tahun ini, namun sudah belasan lokasi yang mereka kunjungi. Mulai dari pelosok desa di Jawa Barat dan Jawa Tengah, mereka juga pernah mengunjungi pulau terpencil di kawasan Lampung Sumatera.
            “Paling jauh kita ke pulau Sangiyang di Lampung,” katanya.
            Memberikan pengobatan di pulau yang dulu dibeli Tommy WInata itu, baginya sangat berkesan. 
Bagaimana tidak, masyarakat yang tinggal di sana merupakan warga “gelap”. “Mereka warga yang masih menetap di sana meski pulau tersebut sebenarnya sudah tidak boleh ditinggali,” katanya.
            Untuk menuju ke lokasi itu, dia bersama teman-temannya harus menempuh perjalanan dengan perahu kurang lebih dua jam. “Di sana juga tidak ada listrik. Dan secaara administrasi mereka tidak punya wilayah yang diakui pemerintah,” paparnya.
DPD PKS Magelang Ramadhan
Meski berat, mereka mengaku cukup menikmatinya. “Bisa membantu orang lain adalah kepuasan bagi kita,” jelasnya.
            Dalam waktu dekat, dia mengaku pihaknya sudah merencanakan untuk memberikan bantuan pengobatan gratis di Lombok Nusa Tenggara Barat. “Kebetulan ada anggota komunitas kita yang berasal dari sana. Jadi dia yang bertanggung jawab untuk mempersiapkan kegiatannya,” kata dia.
            Menurutnya, di setiap lokasi kegiatan, mereka selalu bekerjasama dengan sejumlah universitas lokal. “Untuk kegiatan hari ini (kemarin), kami dibantu teman-teman dari Duta Wacana. Sebelum-sebelumnya, kami melakukan sendiri. Hanya saja untuk obatnya, kami mengandeng sejumlah pihak,” ungkapnya.  
            Debrina mengaku untuk kegiatan ini pihaknya tidak mendapatkan imbalan apapun. Bahkan, mereka harus mencari sponsor untuk mencukupi kebutuhan obat dan lain sebagainya. “Untuk kegiatan amal seperti ini sponsor sangat mudah didapatkan,” terang dia. (bn1)
    

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: