Inspiratif, Masjid Jogokariyan Jogja Urunan Beli Kapal Selam Pengganti KRI Nanggala-402

BNews—JOGJAKARTA— Masjid Jogokariyan Jogjakarta membuka donasi ’Patungan Rakyat Indonesia Membeli Kapal Selam’. Takmir masjid setempat menyampaikan, donasi ini diperuntukkan membeli pengganti KRI Nanggala-402 yang tenggelam dan menggugurkan 53 kru.

Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Muhammad Jazir mengatakan, awalnya donasi untuk pembelian kapal selam pengganti Nanggala 402 dilakukan oleh anak-anak masjid Jogokariyan. Bahkan mengaku mendapat apresiasi langsung dari Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) V Surabaya, Mohammad Zaenal.

Banyak juga masyarakat yang meminta agar penggalangan dana dilanjutkan. Akhirnya pengurus masjid membuka donasi sampai sebulan ke depan. Donasi akan dicek setelah satu bulan ke depan.

”Nanti dana yang terkumpul berapa pun kalau bisa mencapai pembelian (sesuai harga kapal sekelas Nanggala-402) akan dibelikan,” jelasnya.

”Kalau tidak, akan diserahkan kepada Kasal (Kepala Staf TNI Angkatan Laut) untuk dapat diteruskan (ditambah)] anggaran Angkatan Laut sendiri untuk beli kapal,” sambung Jazir, Rabu (28/4).

Sambil membuka donasi, pengurus masjid juga mencari informasi harga kapal selam sekelas Nanggala-402. Dari informasi yang diperoleh, konon harganya Rp1,7 trliun jika dibuat dari dalam negeri.

Namun jika membeli kapal serupa buatan Korea harganya mencapai Rp4,7 triliun. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan PT PAL terkait mekanisme pembelian kapal selam.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Jazir meyakini banyak mayarakat yang ingin berdonasi, bergerak membantu angkatan perang Indonesia. Dirinya teringat sejarah pembelian pesawat pertama kali milik Indonesia juga atas iuran rakyat Aceh, bukan dari APBN atau hutang dari luar negeri.

Demikian ketika Negara Indonesia baru saja memproklamasikan diri dan tidak punya uang untuk melanjutkan pemerintahan. Akhirnya disumbang oleh Sultan HB IX sebesar 6,5 gulden.

”Saya kira dimulai dari niat anak-anak yang penuh imajinasi. Kita dukung dan kalau ini jadi gerakan rakyat saya kira Indonesia akan bangkit kalau rakyat sudah bergerak,” ujar Jazir.

”Masa sih, orang bisa korupsi triliunan rupiah di Indonesia, urunan untuk membeli yang hanya Rp1,7 triliun atau Rp4,7 triliun masa engga bisa. Coba dana Asabri, dana Jiwasraya itu mereka berapa gelintir orang bisa korupsi triliunan. Moso rakyat yang banyak engga bisa menghimpun kebaikan,” sambungnya, tegas.

Rencananya donasi akan dibuka sampai satu bulan ke depan dan akan diperpanjang jika masyarakat meminta. ”Alhamdulillah tidak hanya muslim nonmuslim pun banyak yang partisipasi meskipun dihimpun masjid,” tandas Jazir. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: