Jadi Peserta JKN, Devi Merasa Terbantu Saat Dirawat di Rumah Sakit
- calendar_month Sab, 10 Mei 2025

Salah seorang peserta JKN, Devilina. (foto: ist)
BNews–MAGELANG– Salah seorang peserta Jaminan Kesehatan (JKN) di Magelang, Devilina mengaku sangat terbantu dengan program yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tersebut.
Dia menyebut, program JKN bukan sekadar formalitas administrasi. Ia telah membuktikan sendiri bagaimana jaminan kesehatan ini menjadi penyelamat di saat genting, ketika tubuh tak berdaya dan tagihan rumah sakit bisa menjadi beban berat.
“Saya sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan sekitar lima tahun. Awalnya ikut dari kepesertaan orang tua, tapi empat tahun terakhir saya memilih untuk menjadi peserta mandiri,” ujar Devi.
Keputusan menjadi peserta mandiri bukan tanpa alasan. Sebagai individu dewasa yang mandiri, Devi ingin lebih leluasa memilih kelas perawatan sesuai dengan kebutuhannya, khususnya jika harus menjalani rawat inap.
“Dengan menjadi peserta mandiri, saya merasa lebih fleksibel. Saya bisa pilih kelas perawatan yang nyaman dan sesuai kemampuan,” jelasnya.
Pilihan tersebut ternyata menjadi keputusan tepat. Beberapa waktu lalu, Devi mengalami infeksi saluran pencernaan yang cukup mengganggu aktivitas sehari-harinya.
Kondisinya mengharuskannya menjalani rawat inap di rumah sakit. Dalam keadaan tersebut, BPJS Kesehatan hadir sebagai solusi yang menenangkan.
“Saya dirawat selama lima hari. Tapi selama itu pula, saya benar-benar merasa tertolong,” katanya.
Devi menuturkan bahwa sejak awal pemeriksaan hingga perawatan di rumah sakit, ia tidak merasakan adanya perbedaan perlakuan antara pasien umum dan peserta BPJS. Ia tetap mendapatkan pelayanan yang layak dan setara.
IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
“Pelayanannya baik, bahkan saya merasa tidak ada perbedaan dengan pasien yang bayar pribadi. Tenaga medis dan staf rumah sakit memperlakukan saya dengan sopan dan profesional. Fasilitas kamar pun nyaman,” ujarnya.
Hal yang paling membuat Devi lega adalah seluruh biaya pengobatannya ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan. Ia tidak perlu membayar biaya kamar, tindakan medis, maupun obat-obatan.
“Mulai dari pemeriksaan awal sampai obat dan tindakan selama dirawat, semuanya ditanggung BPJS. Ini sangat meringankan, apalagi ketika sakit datang tiba-tiba dan kita tidak siap dengan biaya besar,” tambahnya.
Dari pengalaman itu, Devi merasa beruntung dan bersyukur telah menjadi peserta aktif BPJS Kesehatan. Ia pun menyampaikan apresiasi dan harapannya untuk pelayanan BPJS ke depannya.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan. Layanan ini benar-benar terasa manfaatnya. Saya berharap ke depannya pelayanan yang setara ini bisa terus dipertahankan,” ucapnya.
Baginya, keadilan dalam pelayanan kesehatan sangat penting. Tidak seharusnya ada diskriminasi hanya karena perbedaan status pembiayaan. Semua orang, menurut Devi, berhak mendapatkan layanan kesehatan yang manusiawi dan bermartabat.
Selain itu, Devi juga memberi masukan untuk perbaikan sistem layanan BPJS Kesehatan di masa mendatang, terutama dalam hal kecepatan dan efisiensi.
“Kadang saya dengar dari teman atau keluarga soal antrean panjang atau proses administrasi yang agak ribet. Semoga ini bisa jadi perhatian BPJS Kesehatan agar pelayanannya bisa makin cepat, praktis, dan nyaman,” katanya.
Ia berharap transformasi digital yang saat ini sedang dikembangkan BPJS Kesehatan, seperti antrean online dan aplikasi Mobile JKN, bisa terus disosialisasikan dan ditingkatkan penggunaannya.
“Teknologi seperti antrean online itu sangat membantu, asal sistemnya stabil dan petugas di lapangan paham cara memanfaatkannya. Jadi pelayanan bisa lebih lancar,” imbuhnya.
Menutup ceritanya, Devi kembali menegaskan bahwa program JKN melalui BPJS Kesehatan telah membuktikan dengan manfaatnya yang sangat besar bagi masyarakat dan sangat layak untuk terus dikembangkan.
“Intinya saya bersyukur menjadi peserta BPJS Kesehatan. Harapan saya, program ini bisa terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat, tanpa mengorbankan kualitas dan keadilan dalam pelayanan,” tutupnya. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar