Jadi Syarat Bepergian, Segini Tarif Tertinggi Rapid Test Antigen yang Ditetapkan Pemerintah

BNews—NASIONAL—Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2020, pemerintah menyiapkan strategi agar tidak terjadi lonjakan kasus baru Covid-19. Salah satunya dengan mengatur kewajiban rapid test antigen bagi pelaku perjalanan.

 Dengan kebijakan tersebut, kini setiap orang yang akan melakukan perjalanan harus menjalani rapid test antigen atau PCR. Aturan itu efektif berlaku pada 18 Desember lalu.

Kementrian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pun menetapkan batas harga tertingi untuk rapid test antigen tersebut.

“Batasan tarif tertinggi untuk rapid test antigen sebesar 250 ribu rupiah di pulau Jawa, luar pulau Jawa 275 ribu,” jelas dr Azhar Jaya Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Kementerian Kesehatan RI, Jumat (18/12/2020). Dikutip dari detikhealth.

Tarif tersebut berlaku bagi masyarakat yang ingin melakukan rapid test antigen sendiri, hal ini tercantum di HK.02.02/1/4611/2020. Tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Test Antigen Swab.

Azhar menyampaikan bahwa batasan tersebut telah berdasarkan beberapa pertimbangan. Diantaranya termasuk tenaga kerja, dokter spesialis patologi klinik, tenaga kesehatan yang melakukan swab, baik yang membuat surat keterangan.

Sebagai informasi, dengan adanya kebijakan pemerintah pusat tersebut, sejumlah pemerintah daerah pun turut menyiapkan aturan khusus bagi para pendatang yang akan masuk ke wilayahnya. Aturan tersebut yakni setiap pendatang harus membawa dokumen rapid test antigen atau PCR.

Sementara untuk daerah yang menerapkan aturan khusus itu antara lain, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Bali dan Jawa Barat. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: