Jaga Ketahanan Pangan, KKN UNS Ajak Ibu Ibu Di Bandongan Bercocok Tanam

BNews– MAGELANG – Di tengah masa pandemi yang berkepanjangan, aktivitas fisik manusia di luar rumah menjadi sangat terbatas akibat adanya PPKM. Sedangkan menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh sangat penting bagi setiap individu.

Kelompok 109 Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) menyadari pentingnya tetap beraktivitas dan produktif di tengah masa pandemi.

Oleh karena itu, pada hari Sabtu (21/8) Kelompok KKN 109 yang di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Eksa Rusdiyana, S.P., M.Sc menggelar kegiatan. Mereka mengajak ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Berkah Dusun Weru, Desa Trasan, Kecamatan Bandongan dalam kegiatan bercocok tanam.

Kegiatan tersebut merupakan kegiatan penanaman tanaman obat keluarga (TOGA) dan sayur sebagai salah satu alternatif kegiatan untuk mengisi waktu selama berada di rumah saja. Adapun tanaman yang ditanam hari itu adalah jahe merah, buncis, dan sayur kol.

“Kami mengajak ibu-ibu KWT Sumber Berkah Dusun Weru untuk menanam tanaman TOGA dan sayuran. Tujuannya selain merupakan salah satu program utama kami dalam KKN UNS Membangun Desa, tetapi juga sebagai upaya menjaga ketahanan pangan di Dusun Weru selama masa pandemi Covid-19,” ucap Fabian, koordinator Kelompok 109 KKN UNS sore itu.

Kegiatan bercocok tanam yang dilakukan Kelompok 109 KKN UNS dengan KWT Dusun Weru dilakukan secara luring. Dimana yang berlokasi di lahan KWT Sumber Berkah Dusun Weru dengan mengutamakan protokol kesehatan; yaitu menggunakan masker dan menjaga jarak.

Kegiatan yang diikuti 15 orang Kelompok Wanita Tani Weru ini menjadi salah satu kegiatan pendampingan bercocok tanam bagi ibu-ibu di Dusun Weru. Dimana yang merupakan tonggak ketahanan pangan dalam keluarga.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Sebelumnya, ibu-ibu KWT Sumber Berkah Dusun Weru telah menanam tanaman cabai sesuai mandat Bapak Gubernur. Akan tetapi, di masa pandemi Covid-19 seperti ini tanaman obat keluarga memang penting dan sangat dibutuhkan karena lebih ekonomis dan mudah ditanam di pekarangan rumah,” ucap Yanti, Kepala Dusun Weru.

Melalui kegiatan bercocok tanam ini, setidaknya Kelompok 109 KKN UNS menginginkan kebutuhan obat tradisional dan sayur hijau di Dusun Weru bisa terpenuhi. Sehingga warga menjadi lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan tubuh melalui makanan sehat dan bergizi.

 Selain itu, KKN 109 UNS juga ingin memberikan alternatif kegiatan bermanfaat yang dapat dilakukan di masa pandemi. Sembari  menekankan pentingnya menjaga ketahanan pangan di level keluarga. (adv)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: