Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Jateng Siaga Kemarau 2026, Pemprov Siapkan 123 Juta Liter Air Bersih

Jateng Siaga Kemarau 2026, Pemprov Siapkan 123 Juta Liter Air Bersih

  • calendar_month Sen, 4 Mei 2026

BNews-JATENG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai melakukan berbagai persiapan menghadapi musim kemarau tahun 2026. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyiapkan sebanyak 123 juta liter air bersih untuk mengantisipasi dampak kekeringan di sejumlah daerah rawan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan pihaknya bersama BPBD kabupaten/kota telah melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan saat musim kemarau mendatang.

“Tahun 2026 ini hasil koordinasi kami dengan BPBD kabupaten/kota sudah disiapkan 123 juta liter air, ada 18 kabupaten/kota yang diperkirakan akan terdampak. Sudah siap untuk didistribusikan,” katanya saat rapat koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) triwulan I-2026 di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, saat ini sebagian wilayah Jawa Tengah masih mengalami hujan. Namun berdasarkan perkiraan cuaca, Pulau Jawa diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada Juni 2026.

Bergas menjelaskan, kondisi musim kemarau tahun ini diperkirakan hampir serupa dengan kondisi pada tahun 2024 lalu, ketika sejumlah daerah di Jawa Tengah mengalami kekeringan cukup panjang.

“Peristiwa di tahun 2026 ini diperkirakan hampir sama seperti di tahun 2024. Di mana pada tahun 2024, BPBD provinsi maupun kabupaten/kota sudah bisa mendistribusikan 54 juta liter air,” jelasnya.

Selain menyiapkan cadangan air bersih, BPBD Jawa Tengah juga telah melakukan pemetaan terkait jalur distribusi dan kesiapan armada pengangkut air.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Namun demikian, pihaknya masih melakukan kajian mengenai biaya distribusi air bersih mengingat adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan pemerintah provinsi terus memperkuat koordinasi; dengan pemerintah kabupaten/kota terkait kesiapan menghadapi musim kemarau.

Salah satu fokus utama yakni pemetaan daerah rawan kekeringan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Nanti kita koordinasikan lagi, termasuk dengan beberapa BUMD juga kita kondisikan. Ini untuk membantu agar dampak kekeringan bisa dikurangi. Tidak hanya soal kebutuhan air bersih dan air baku, tetapi juga dampaknya pada swasembada pangan,” katanya.

Pemprov Jawa Tengah berharap langkah antisipasi tersebut mampu meminimalkan dampak kekeringan, terutama terhadap; kebutuhan air bersih masyarakat dan sektor pertanian di wilayah Jawa Tengah. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less