Kabar Tol Jogja-Bawen Seksi 1 dan Tol Jogja-Solo Seksi III, Persiapan Trase Jogja-YIA

BNews–JOGJA– Sejumlah alat berat sudah beroperasi di seputar Selokan Mataram dalam proyek pembangunan jalan Tol Jogja-Bawen seksi 1.

Jalan itu nantinya akan menghubungkan junction Sleman di Tirtoadi hingga Simpang Susun (SS) Banyurejo Tempel sepanjang 8.8 kilometer. Proyek Strategis Nasional ini terus dikebut.

Kontruksi ditargetkan rampung pada triwulan pertama tahun 2024 dan pada semester pertama di tahun yang sama, jalan tol seksi 1 ditargetkan mulai beroperasi.

Tol Jogja-Solo Seksi III

Jalan Tol Jogja-Solo seksi III yang menghubungkan Yogyakarta dengan Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) di Kulonprogo telah memasuki tahapan konsultasi publik.

Di Kalurahan Tirtoadi, Mlati jalan bebas hambatan proyek strategis nasional (PSN) ini melintasi dua padukuhan, yaitu Padukuhan Rajek Lor dan Rajek Ngemplak.

“Objek terdampak lebih banyak pemukiman,” kata Carik Kalurahan Tirtoadi, M. Ridwan, Jumat (3/3/2023).

Jumlah bidang awal terdampak di Kalurahan Tirtoadi 116 bidang dan jumlah bidang baru 123 bidang.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Perubahan jumlah bidang tersebut karena saat pendataan awal masih nama lama sedangkan saat dicek dan divalidasi ternyata bidang tersebut sudah dipecah.

Menurut Ridwan, dari jumlah bidang tersebut ada fasilitas publik yang dimungkinkan ikut terdampak. Yakni tempat ibadah dan pemakaman.

“Makam dan Masjid ada (yang terdampak). Di Rajek Lor. Tapi saya belum tau, apakah terdampak semua atau tidak. Tapi kayaknya terdampak,” kata Ridwan.

Menurutnya, konsultasi publik pengadaan lahan pembangunan jalan Tol Jogja-YIA di Kalurahan Tirtoadi dilakukan pada Kamis (2/3/2023).

Setelah itu, tahapan selanjutnya menunggu izin penetapan lokasi dan mulai mengidentifikasi maupun inventarisasi bidang terdampak.

Diketahui, lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan Tol Jogja-YIA sepanjang 38,57 kilometer ini lebih kurang seluas 6.100 bidang atau 5.033.696 meter persegi.

Trase jalan tol melewati 3 Kabupaten, 10 Kapanewon dan 30 Kalurahan.

Di Kabupaten Sleman, jalan bebas hambatan ini melintasi di 4 Kapanewon, yaitu Mlati, Gamping, Godean dan Moyudan.

Di kecamatan Mlati, jalan tol melewati dua padukuhan di Kalurahan Tirtoadi. Lalu ke Gamping di Kalurahan Trihanggo, Nogotirto, Banyuraden, Ambarketawang, dan Balecatur.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Panewu Gamping Yakti Sudanto mengatakan, konsultasi publik jalan Tol Jogja-YIA sudah dilaksanakan di Kalurahan Nogotirto, Gamping.

Di Kalurahan tersebut terdapat 127 bidang awal yang terdampak. “Sementara yang terdata 127 bidang. Mayoritas tanah warga,” kata Yakti.

Selanjutnya, di Kapanewon Moyudan Jalan tol melintas di Kalurahan Sumberrahayu. Adapun di Godean jalan Tol Jogja-YIA melewati tiga Kalurahan. Yaitu Sidoarum 78 bidang, Sidokarto 62 bidang dan Sidomulyo 359 bidang.

Panewu Godean, Ikhsan Waluyo mengatakan, tahapan konsultasi publik sudah dilaksanakan di tiga Kalurahan terdampak jalan tol tersebut.

“Kemarin sudah konsultasi publik di 3 kalurahan tersebut, untuk mengecek dan validasi data alas hak tanah yang terdampak. Ada sawah. Ada pemukiman,” kata Ikhsan.

“Pihaknya mengaku belum bisa menjelaskan detail objek apa saja yang terdampak. Termasuk apakah ada fasilitas publik yang terdampak atau tidak, karena detailnya ada di tingkat Kalurahan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Lahan Jalan Tol Jogja-Solo- YIA, Dian Ardiansyah menyampaikan, tahapan pengadaan lahan jalan Tol Jogja-Solo seksi III yang menghubungkan Bandara Yogyakarta Internasional Airport ini memang sedang tahap konsultasi publik.

Pelaksanaannya dimulai dari Kabupaten Sleman.

“Karena yang menentukan (jadwal dimulai dari mana) dari Dispertaru (DIY) kami hanya manut saja,” kata Dian.

epala Kanwil BPN DIY Suwito mengatakan, sejauh ini belum ada penetapan lokasi untuk pembangunan jalan Tol Jogja-Solo seksi III.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Pelaksanaan tahapan konsultasi publik untuk pengadaan lahan hingga kini masih berjalan.

Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY telah memulai tahap konsultasi publik pengadaan tanah untuk pembangunan tol Solo-Yogyakarta-Kulonprogo seksi Yogyakarta-Kulon Progo (YIA).

Tol Trase Yogyakarta-YIA

Konsultasi publik telah berlangsung sejak 28 Februari 2023 lalu hingga 15 Maret 2023 mendatang dengan sasaran 12 desa atau kalurahan yang tersebar di empat kapanewon di Kabupaten Bantul dan Sleman.

Kepala Dispertaru DIY, Krido Suprayitno mengatakan, pihaknya menargetkan penyelesaian tahap konsultasi pada April 2023 sehingga proses pengadaan tanah dapat memasuki tahap selanjutnya berupa penerbitan Izin Penetapan Lokasi (IPL).

“Target 2023 harapan kita sekitar bulan April selesai karena kita juga harus menyelesaikan di Kabupaten Bantul dan Kulon Progo,” ujar Krido, Jumat (3/3/2023).

Krido mengatakan, pihaknya tengah mengkalkulasi resiko dampak pembangunan jalan tol karena jumlah warga terdampak cukup banyak.

Di sisi lain, proses kelengkapan pemberkasan harus diantisipasi sejak awal guna mempercepat serangkaian proses pembebasan lahan.

“Jangan sampai terjadi kekurangan pemberkasan. Kalau sampai terjadi menyebabkan kendala saat disampaikan untuk tim pengadaan tanah,” tuturnya.

Krido menyebut pihaknya belum menemui kendala selama tahap konsultasi publik berlangsung. Dia pun berharap agar tahap konsultasi publik dapat dituntaskan sesuai target.

“Kemarin di Sidomulyo sesuai jadwal dan dari partisipasi masyarakat mereka bisa dikatakan hadir semua. Tidak ada (penolakan),” terangnya.

“Ini membantu kita dalam percepatan diproses pemberkasan by name by address. Ini yang harus kita sikapi, sehingga target-target di tahun 2023 ini, harapan kita pada bulan sekitar bulan April selesai, harapan kita akhir April,” sambungnya.

Adapun rincian bidang tanah terdampak meliputi di Kabupaten Sleman ada Kalurahan Sidoarum dengan 78 bidang, Kalurahan Sidokarto ada 62 bidang, Kalurahan Sidomulyo ada 359 bidang, dan Kalurahan Tirtoadi ada 123 bidang.

Kemudian Kalurahan Nogotirto 128 bidang, Kalurahan Banyuraden ada 294 bidang, Kalurahan Ambarketawang ada 437 bidang, Kalurahan Balecatur 393 bidang, Kalurahan Sumberrahayu ada 376 bidang, dan Kalurahan Trihanggo ada 70 bidang.

Sementara di Kabupaten Bantul untuk tanah di Kalurahan Argomulyo ada 498 bidang dan Kalurahan Argosari ada 178 bidang. (*)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!