Kasihan.. Tahun Ajaran Baru, Sekolah di Magelang Ini Hanya Diminati 2 Siswa

BNews—MAGELANG— Sekolah Dasar Negeri Gelangan 7 di Kota Magelang hanya memiliki satu siswa baru. Murid tersebut diterima melalui hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahun 2021.

Diketahui, sudah dua tahun ini SDN Gelangan 7 menerima siswa dengan jumlah sangat sedikit. Padahal, idealnya jumlah rombongan belajar (rombel) dalam satu kelas diisi 28 anak.

”Jumlah siswa yang mendaftar sangat sedikit. Kami juga tidak tahu apa penyebabnya. Kenapa orang tua di sekitar sini tidak mendaftarkan anaknya di SDN Gelangan 7,” kata Menurut Tenaga Administrasi SDN Gelangan 7, Prapti.

Dirinya menduga, jumlah anak usia sekolah dasar di sekitar SDN Gelangan 7 tak banyak banyak. Sementara di sekitar sini cukup banyak sekolah dasar negeri dan swasta lainnya.

”Dugaan kami jumlah anak usia sekolah dasar saat ini berkurang. Apalagi di sekitar sini kan juga ada banyak SD negeri dan swasta,” ungkapnya.

Total pada tahun ajaran 2021-2022, hanya dua anak yang mendaftar di SDN Gelangan 7. Satu siswa mendaftar melalui PPDB online dan seorang lainnya mendaftar langsung.

Tahun lalu, siswa yang mendaftar di SDN Gelangan 7 hanya empat anak. Meski satu kelas hanya diisi empat anak, guru tetap mengajar seperti biasanya secara daring.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

”Pilihan sekolah kan tergantung pilihan orang tua. Kami sebagai tenaga pengajar hanya berusaha semaksimal mungkin mendidik siswa. Biar cuma empat orang yang tetap kami ajar,” ujar dia seperti dikutip Borobudur News dari Suara Jateng pada Sabtu, (12/6).

Ia menyebut, guru kelas di SDN Gelangan 7 berjumlah enam orang. Selain itu ada empat guru lainnya yang mengajar mata pelajaran agama islam, olahraga, kesenian dan bahasa Jawa.

Berdasarkan data Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahun 2021, selain SDN Gelangan 7 di Kecamatan Magelang Tengah, SD Negeri Wates 3 di Kecamatan Magelang Utara juga hanya menerima satu siswa pendaftar.

Mayoritas sekolah dasar negeri menerima siswa pendaftar online kurang dari kuota yang ditetapkan. Sejumlah SMP swasta bahkan sama sekali tidak menerima siswa pendaftar melalui online, diantaranya SMP Kristen Indonesia dan SMP Bhakti Tunas Harapan. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: