Kenapa Istilah “Jawa” Identik Merujuk Ke Warga Jateng, DIY dan Jatim ? ini Penjelasnnya
- calendar_month Jum, 24 Jan 2025

Pulau Jawa
“Dipandang dari sisi kesejarahan, terlebih kesejarahan Jawa Kuno dan kerajaan-kerajaan yang muncul sejak dulu, (Jawa) memang lebih memusat di daerah Jateng, DIY, dan Jatim,” katanya masih disadur dari Kompas.com.
Sri Ratna menuturkan, ketiga provinsi tersebut memiliki unsur kebudayaan Jawa Kuno yang identik. Kondisi ini secara tidak langsung membentuk komunitas yang memiliki kesamaan latar belakang budaya di sana.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Jika ditinjau dari penggunaan bahasa, penduduk Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur menggunakan bahasa Jawa. Karena itu, orang-orang di sana merasa menjadi satu komunitas yang sama.
“Biasanya orang menganggap dirinya sebagai ‘Jawa’ karena menerapkan norma, bahasa, dan budaya yang berkembang di daerah Jateng, DIY, dan Jatim (sebagai) peninggalan budaya Mataram Islam,” tutur Sri Ratna.
Sedangkan, wilayah Jawa Barat dan Banten cenderung memiliki kebudayaan Sunda Kuno yang berkembang di sana.
Penduduk Jawa Barat dan Banten pun memiliki bahasa dan nilai yang berbeda. Ini membuat mereka lebih mengidentifikasi dirinya sebagai Sunda, bukan Jawa.
Dia melanjutkan, budaya Melayu berkembang sangat kuat di DKI Jakarta dan sekitarnya. Karena itu, penduduk di sana tidak diidentifikasikan sebagai Sunda atau Jawa.
Kedatangan bangsa asing ke DKI Jakarta dan sekitarnya yang membawa perbedaan bahasa, seperti Arab, Belanda, dan Hokkien, juga semakin menambah perbedaan di antara mereka.
Kondisi ini menyebabkan terjadinya akulturasi budaya dengan bahasa dan nilai yang berbeda di DKI Jakarta dan sekitarnya daripada bahasa dan nilai yang dimiliki suku Jawa maupun Sunda. (*/ Sumber : kompas.com)
About The Author
- Penulis: Joe Joe



Saat ini belum ada komentar