Kisah Inspiratif !! Anak Juru Parkir Jadi Wisudawan Terbaik PENS
- calendar_month Kam, 5 Okt 2023

Tangkapan layar foto Anak Juru Parkir Jadi Wisudawan Terbaik PENS, Belum Lulus Sudah Ditawari Kerja
BNews-NASIONAL- Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) telah mengadakan acara wisuda untuk yang ke-21 kalinya pada Sabtu (30-09-2023). Dalam momen yang bersejarah ini, seorang wisudawan istimewa telah dinobatkan sebagai lulusan terbaik.
Dia adalah Mohammad Firman Ramadhan, seorang anak pekerja juru parkir asal Sumenep, Madura Jawa Timur.
Mohammad Firman Ramadhan, atau akrab dipanggil Firman, adalah mahasiswa Program Studi Diploma Tiga (D-3) Teknik Informatika di PENS, kampus PSDKU Sumenep. Dengan IPK mencapai 3,98, dia berhasil meraih predikat lulusan terbaik di antara teman-temannya.
Firman dengan rendah hati mengakui bahwa dia tidak pernah berpikir akan menjadi wisudawan terbaik. Bagi dia, bisa melanjutkan kuliah saja sudah menjadi anugerah besar. “Jujur, saya tidak pernah terpikir bisa dinobatkan sebagai wisudawan terbaik. Bisa kuliah saja saya sudah sangat bersyukur,” ujar Firman dengan rasa bangga setelah upacara wisuda.
Sebelum masuk ke PENS, Firman melewati banyak tantangan. Dia harus mendorong dirinya dengan gigih agar kedua orang tuanya menyetujui untuk melanjutkan pendidikan. Pada saat itu, terdapat kendala ekonomi dan nilai sekolahnya yang hanya pas-pasan.
“Ayah saya hanya bekerja sebagai juru parkir di pasar,” cerita Firman, seorang alumni SMAN 1 Sumenep yang bersemangat.
Namun, Firman memiliki tekad yang bulat. Dia ingin melanjutkan pendidikan tinggi untuk mengubah nasib keluarganya dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Firman memutuskan untuk memilih PENS karena dia yakin bahwa dengan menguasai keterampilan dan pengetahuan yang dia dapatkan di sana, pintu pekerjaan akan lebih mudah terbuka setelah lulus.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
“Sejak awal, saya telah tertarik dengan PENS dan sempat mendaftar melalui jalur reguler, tetapi tidak diterima. Akhirnya, saya mencoba mendaftar di gelombang terakhir PSDKU Sumenep dan bersyukur bisa diterima,” cerita Firman.
Setelah diterima di PENS, Firman dihadapkan pada tantangan baru terkait dengan ekonomi keluarganya. Meski ayah Firman kemudian mencari pekerjaan lain selain menjadi juru parkir, pendapatan keluarganya tidak stabil. Keadaan ini menimbulkan kekhawatiran bagi ibunya dan berdampak pada Firman sendiri.
“Saya adalah anak pertama, dan masih ada 1 adik yang sedang sekolah, sementara ibu saya tidak bekerja. Hal ini membuat saya merasa ragu,” ungkap Firman.
Untungnya, Firman berhasil mendapatkan beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dengan bantuan beasiswa KIP Kuliah ini, Firman dapat melanjutkan kuliahnya dengan lebih tenang dan fokus.
Tidak mudah bagi Firman untuk menuju ke Kampus PSDKU, terutama karena jaraknya yang jauh dari rumahnya. Namun, beruntunglah saat itu terjadi pandemi Covid-19, sehingga perkuliahan dilaksanakan secara daring. Jika perkuliahan dilakukan secara tatap muka, tentunya akan ada kesulitan dalam transportasi.
Dengan segala tantangan yang dihadapi, Firman, yang selalu tertarik dengan bidang komputer, bertekad bulat untuk merancang masa depan yang cerah. Pada semester 5, dia memilih untuk magang di perusahaan Maxxi Tani. Berkat kompetensinya, Firman bahkan ditawari kesempatan untuk bekerja sebagai Junior Engineer di perusahaan tersebut.
“Awalnya saya hanya magang. Tetapi, setelah melewati proses user interview, saya malah direkomendasikan untuk langsung ke HRD sebagai Junior Engineer. Jadi, yang awalnya magang, ternyata langsung mendapatkan posisi kerja,” cerita Firman dengan senyum bangga.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Setelah berhasil lulus dan bekerja, Firman memiliki rencana untuk melanjutkan ke Program Lanjut Jenjang Sarjana Terapan, seperti yang diharapkan oleh ibunya. Firman menjelaskan, “Insyaallah, tahun depan saya akan melanjutkan ke PENS Program Sarjana Terapan sambil tetap bekerja di Maxxi Tani. Saya tidak ingin kuliah di kampus lain karena di PENS, saya mendapatkan banyak pengalaman dan tantangan dari para dosen yang sangat kreatif. Tugas-tugas yang mereka berikan tidak lagi dianggap sebagai beban karena dosen-dosen selalu memberikan dorongan dan semangat kepada kami.”
Firman juga tidak ingin menjadi beban bagi orang tuanya dalam hal biaya hidup dan pendidikan. Dia ingin membahagiakan mereka dengan kesuksesan dan kemandirian yang dia raih.
“Bagi teman-teman di manapun berada, jangan biarkan kesulitan menjadi penghalang. Tetaplah semangat dengan tekad dan impianmu karena pasti ada jalan untuk meraihnya,” kata Firman penuh semangat, mengakhiri kisah inspiratifnya. (*/inews)
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar