Kisah Sopir Ambulance Jenazah, Diikuti Kuntilanak Hingga Mobil Hidup Sendiri

BNews—BOROBUDUR— Menjalani profesi sebagai sopir ambulance bagi sebagian orang merupakan panggilan diri. Mereka ingin menjalani hidup yang lebih bermanfaat.

Salah satu sopir jenazah dan ambulan Nur Fauzan. Pria berusia 38 tahun ini, aktif mengenedarai mobil OPRB Borobudur. Sudah hampir satu tahun ini dia menjalani profesi sebagai sopir ambulance.

Advertisements


Selama menjadi sopir ambulance banyak pengalaman yang dia rasakan. Sudah tak terhitung berapa orang yang diangkut di mobilnya. Mulai orang sakit, hingga orang meninggal dunia. “Ada yang meninggal dunia biasa ada yang meninggal dunia karena kecelakaan,” kenang warga Ngadiwinatan 2, Desa Karanganyar, Kecamartan Borobudur ini.


Nur Fauzan yang aktif di OPRB Borobudur ini mengaku sering mengangkut mayat korban kecelakaan. Dia ingat betul ketika membawa korban kecelakaan meninggal dunia di Sawangan akibat kecelakaan. Juga korban meninggal dunia kecelakaan seorang santri di Tempuran.

EMANUSIAAN : Jiwa sosial dan kemanusiaan mendorong Nur Fauzan aktif melayani masyarakat yang membutuhkan ambulance. (Foto : Dok Pribadi)

“Saya juga membawa jenazah korban tawuran di Blabak Mungkid. Meninggal dunia penuh darah,” katanya.

Dia mengaku tak pernah takut atau rishi melakukan kegiatan tersebut. Baginya, ini adalah kegiatan sosial. “Senang bisa membantu sesama senang berkegiatan sosial dan membantu masyarakat,” paparnya.

Selain pengalaman itu, Fauzan juga sering mendapati cerita mistis tentang mobil ambulance yang sering dia bawa. “Kadang kalau dibawa pulang teman ke rumah mobil sering glodakan sendiri,” kata dia.

Tak hanya itu, mobil ambulance miliki Desa Wringin Putih Borobudur lebih menakutkan. “Mobilnya sering hidup sendiri, lampu strobe juga sering nyala. Padahal kunci di dalam rumah,” kata dia.

Lain halnya cerita Kepala Bagian Pelayanan PMI Yogyakarta, Yuliko Pambudi, 43. Dia mengaku pernah mengalami pengalaman mistis. Dia diikuti oleh sosok gaib di mobil ambulans.

“Saya pulang dari mengantar jenazah ke Purworejo sendirian. Pas lewat batas kota, saya lihat di spion ada yang nggantung di belakang ambulans dan pakai baju putih rambunya ngrempyah-ngrempyah,” cerita Yuliko seperti dikutip brilo.

Pengalaman itu tidak hanya terjadi satu kali. Di tempat lain, dia juga pernah melihat makhluk gaib. “Di Temanggung pas tanjakan naik, ada mobil nyorot ambulans saya. Saya lihat spion tengah ambulans, ada yang duduk di dalam sambil ngrokok. Oh ada yang ikut, yang penting jangan ganggu kata saya,” tambahnya. (bn1/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: