KKN UNIMMA Bantu Deteksi Dini Risiko Stunting dan Diabetes di Mertoyudan Magelang
- calendar_month Kam, 7 Agu 2025

Kelompok 9 KKN UNIMMA di Desa Mertoyudan
BNews–MAGELANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) melaksanakan kegiatan verifikasi dan validasi (verval) risiko stunting. Kali ini lokasinya di Desa Mertoyudan, Kabupaten Magelang pada 11 Juli 2025 lalu.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi nyata mahasiswa dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendekatan berbasis data lapangan.
Selama satu bulan penuh, tim mahasiswa menjangkau hampir 2.500 kepala keluarga di 12 dusun yang ada di Desa Mertoyudan.
Mereka turun langsung ke lapangan, mendatangi rumah warga, mencocokkan data balita, serta melakukan wawancara kepada ibu atau pengasuh anak untuk memastikan keakuratan informasi.
“Proses verifikasi ini menghasilkan pembaruan data penting yang akan digunakan sebagai dasar penyusunan program intervensi pencegahan stunting secara lebih terarah,” ujar Wisnu Aryasani Ketua KK UNIMMA Kelompok 9 Desa Mertoyudan.
Dari hasil lapangan, ditemukan beberapa kasus risiko stunting yang belum tercatat dalam sistem administrasi desa maupun fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas.
Temuan ini menunjukkan masih adanya kesenjangan data yang perlu segera ditindaklanjuti untuk menghindari luputnya penanganan terhadap anak-anak berisiko stunting.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK GRATIS)
Selain melakukan pendataan, mahasiswa juga menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan gula darah tinggi kepada ibu-ibu kader serta perwakilan warga dari tiap dusun pada 1 Agustus 2025 lalu.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan gejala awal diabetes, pentingnya menjaga pola makan sehat, serta strategi mengontrol kadar gula darah secara mandiri.
Antusiasme warga sangat tinggi. Puluhan ibu kader dan warga hadir mengikuti sesi edukasi yang dikemas interaktif.
Mereka aktif bertanya dan terlibat dalam diskusi kelompok, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap isu kesehatan.
Untuk memperkuat edukasi, mahasiswa bekerja sama dengan tim kesehatan desa mengadakan layanan pengecekan gula darah gratis bagi peserta.

Layanan ini bertujuan mendorong deteksi dini dan membangun kesadaran warga mengenai pentingnya pemeriksaan rutin sebagai bentuk pencegahan.
“Kami merasa terbantu, baik dari sisi informasi maupun layanan pemeriksaan yang diberikan langsung tanpa biaya tambahan,” ujar salah satu peserta kegiatan.
Program ini juga memperkuat peran mahasiswa sebagai penghubung antara masyarakat dan program promotif desa.
Kolaborasi erat antara mahasiswa, perangkat desa, dan kader kesehatan dinilai berhasil memperluas cakupan intervensi dan meningkatkan literasi kesehatan berbasis komunitas.
Model kegiatan KKN ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif yang didukung data lapangan mampu meningkatkan; kesadaran masyarakat terhadap isu kesehatan penting, seperti stunting dan diabetes.
Keberhasilan program di Desa Mertoyudan diharapkan dapat direplikasi di desa-desa lain yang menghadapi tantangan serupa dalam bidang kesehatan masyarakat. (adv)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar