Mahasiswa KKN Untidar Sosialisasikan Bank Sampah dan Sabun Ramah Lingkungan di Pucungsari
- calendar_month Rab, 28 Jan 2026

Inovatif dan Ramah Lingkungan! Mahasiswa KKN Untidar kenalkan Bank Sampah dan Sabun Cuci Piring dari Daun Pandan di Desa Pucungsari
BNews-MAGELANG – Pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi persoalan di sejumlah dusun di Desa Pucungsari. Minimnya pemahaman masyarakat terkait pemilahan sampah berpotensi menimbulkan dampak kesehatan dan pencemaran lingkungan.
Kondisi tersebut ditemukan di beberapa wilayah, seperti Dusun Senden, Krajan, dan Teneran. Sebagai upaya meningkatkan kesadaran warga, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar (Untidar) menggelar sosialisasi bank sampah sekaligus pelatihan pembuatan sabun cuci piring ramah lingkungan.
Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan pertemuan rutin PKK agar partisipasi masyarakat lebih optimal.
Edukasi Pemilahan Sampah dan Bank Sampah
Dalam sosialisasi tersebut, warga diperkenalkan pada sistem pemilahan sampah organik, anorganik, hingga B3 (bahan beracun dan berbahaya). Selain itu, dijelaskan pula mekanisme bank sampah yang memungkinkan sampah bernilai ekonomi untuk ditabung atau ditukar.
Masyarakat juga diberikan pemahaman bahwa sampah plastik, botol, dan kertas dapat dikumpulkan dan dikelola secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat tambahan bagi keluarga.
“Saya berharap pemilihan sampah bisa dimulai dari rumah. Ibu-ibu mempunyai peran besar karena setiap hari mengelola sampah rumah tangga. Kalau dari rumah sudah terbiasa memilah, nanti akan lebih mudah dikelola ke bank sampah dan lingkungan desa juga jadi lebih bersih” ujar Sutrimo, Kadus Teneran.
Melalui kegiatan ini, warga memperoleh pengetahuan baru mengenai pengelolaan sampah rumah tangga. Pemilahan sampah diharapkan dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Mahasiswa KKN juga menekankan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi jika dipilah dengan baik.
Pelatihan Sabun Cuci Piring Ramah Lingkungan
Selain sosialisasi bank sampah, mahasiswa KKN turut menggelar demonstrasi pembuatan sabun cuci piring ramah lingkungan berbahan dasar daun pandan dan texapone. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi serta praktik langsung bersama warga.

Metode pembuatan sabun dinilai mudah diterapkan karena bahan-bahannya sederhana dan mudah ditemukan di sekitar lingkungan desa.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Program ini diharapkan menjadi langkah awal membangun kebiasaan ramah lingkungan dari tingkat rumah tangga. Kebiasaan kecil tersebut diyakini mampu memberikan dampak besar bagi kebersihan desa.
Melalui kegiatan ini pula, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif masyarakat Desa Pucungsari dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendorong terciptanya desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Kegiatan sosialisasi bank sampah dan demonstrasi pembuatan sabun cuci piring ramah lingkungan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mendorong pemanfaatan bahan alami secara berkelanjutan” ujar ketua KKN Untidar. (adv)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar