Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Kota Magelang Raih Peringkat 4 Indeks Toleransi 2024 – SETARA Institute

Kota Magelang Raih Peringkat 4 Indeks Toleransi 2024 – SETARA Institute

  • calendar_month Sen, 2 Jun 2025

BNews-MAGELANG- Kota Magelang kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional setelah berhasil meraih peringkat keempat dalam daftar kota dengan indeks toleransi tertinggi di Indonesia.

Peringkat ini diumumkan oleh SETARA Institute, lembaga riset yang fokus pada isu demokrasi dan hak asasi manusia, dalam acara Peluncuran Indeks Kota Toleran (IKT) 2024.

Acara peluncuran ini berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, pada Selasa (27/5/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, Ismail Hasani, menyerahkan langsung penghargaan kepada perwakilan Pemerintah Kota Magelang sebagai bentuk apresiasi atas komitmen tinggi terhadap pengembangan nilai-nilai toleransi di masyarakat.

Tahun ini, Kota Magelang berhasil meraih skor 6,248 dalam IKT 2024. Angka ini menandai peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya, di mana Magelang berada di peringkat keenam.

Sekretaris Daerah Kota Magelang, Hamzah Kholifi, yang hadir menerima penghargaan mewakili pemerintah daerah; menyatakan bahwa pencapaian ini sangat berarti bagi seluruh elemen masyarakat di Kota Magelang.

“Ini merupakan hal yang patut kami syukuri, bagi segenap warga Kota Magelang, FKUB, komunitas etnis, agama, dan budaya. Harapannya bisa kami rawat sesuai program unggulan yaitu Ngrawat Magelang,” ujar Hamzah.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Hamzah menegaskan bahwa indeks toleransi menjadi acuan strategis dalam merumuskan kebijakan dan program kerja Pemerintah Kota Magelang agar semakin inklusif dan harmonis. Meskipun merupakan kota kecil dengan keterbatasan sumber daya, nilai toleransi tetap menjadi landasan dalam kehidupan sosial masyarakat.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Magelang, Agus Satiyo Hariyadi, menjelaskan bahwa peningkatan indeks toleransi Kota Magelang tahun ini dipengaruhi oleh berbagai faktor konkret.

Salah satunya adalah terbentuknya lingkungan sosial yang kondusif terhadap keberagaman, serta peran aktif masyarakat, tokoh agama, birokrat, dan pemimpin daerah dalam memperkuat nilai-nilai toleransi.

“Berbagai program kami jalankan secara konsisten. Mulai dari Kampung Religi, Kirab Budaya Antar Umat Beragama, Rumah Belajar Bersama Moderasi Beragama (Rela Bersiaga), hingga prosesi Cap Go Meh, semuanya kami jalankan dalam semangat kebersamaan dan saling menghargai,” jelas Agus.

Lebih lanjut, Agus menambahkan bahwa Pemerintah Kota Magelang telah memiliki regulasi yang mendukung, yakni Peraturan Wali Kota Magelang Nomor 54 Tahun 2022 tentang Program Magelang Agamis.

Peraturan ini menjadi dasar hukum yang memperkuat upaya menjaga kerukunan antarumat beragama. Tempat-tempat ibadah juga dioptimalkan sebagai ruang interaksi sosial yang positif dan terbuka.

“Yang paling penting, sepanjang tahun 2024, tidak tercatat adanya satu pun peristiwa intoleransi di Kota Magelang. Ini bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat berjalan baik,” ungkap Agus.

Melalui pencapaian ini, Pemerintah Kota Magelang menetapkan target peningkatan indeks toleransi yang lebih tinggi pada tahun-tahun mendatang. Komitmen untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan harmonis akan terus diperkuat melalui kebijakan dan kerja sama lintas sektor.

“Kita harus terus meningkatkan kualitas pembangunan yang inklusif, kebijakan yang promotif terhadap toleransi, dan memperkuat kerja sama lintas sektor. Dengan kerja bersama, saya yakin kita bisa,” tutup Agus.(*)

About The Author

  • Penulis: Borobudur News

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less