Kronologi Penusukan Menkopolhukam Wiranto

BNews—NASIONAL—Dua pelaku penusukan Wiranto di Banten diketahui berasal dari Kabupaten Brebes Jawa Tengah dan Kota Medan Sumatera Utara. Mereka melakukan penusukan menggunakan gunting saat Menkopolhukam tiba di sebuah tempat acara di daerah Pandeglang Banten Kamis siang (10/10).

Kapolres Pandeglang  AKBP Indra Indra Lustrianto Amstono mengatakan dua pelaku langsung diamankan saat itu juga. “ Dua pelaku tersebut atas nama Fitri Andriana seorang perempuan kelahiran tahun 1998 warga asal Desa Sitangai Kecamatan Karangan Kabupaten Brebes. Namun sementara diketahui tinggal di Kampung Sawah Desa Menes Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang,” katanya.

Advertisements


“Sedang satu lagi pelaku merupakan lelaki atas nama Syahril Alamsyah. Pria kelahiran tahun 1988 asal Desa Tanjung Mulia Hilir Kecamatan Mendan Deli Kota Medan Sumatera Utara,” imbuhnya.


Pelaku langsung dibekuk setelah melukai tiga orang yakni Wiranto, Kapolsek Menes dan Fuad. “Kini pelaku sudah kami amankan di Mako Polres Pandeglang,” imbuhnya.

Dijelaskan juga untuk kronologi kejadian sekitar Pukul 11.55 Wib bertempat di Pintu Gerbang Lapangan Alun – alun Menes Desa Purwaraja Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang. “Terjadi penusukan Terhadap Jenderal TNI ( Purn ) DR. H. WIRANTO, SH., ( Menko Polhukam ). Dimana saat itu Wiranto dan Rombongan hendak meninggalkan lokasi dengan helicopter,” jelasnya.

BACA JUGA : VIDEO Detik-detik Menkopolhukam Wiranto Diserang

“Penusukunan menggunakan gunting itu ketika Wiranto turun dari mobil dan bersalaman, tiba-tiba dua orang pelaku tersebut menyerang dan menusukan gunting di kebagian perut secara membabi Buta,” paparnya.

“TIdak hanya itu, Kapolsek Menes Kompol Dariyanto yang berada di lokasi saat mengamankan juga terkena tusukan dibagian punggung. Sedangkan satu orang langi atas nama Fuad terkena dibagian dada sebelah kiri,” bebernya.

“Kini ketiga korban sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit terdekat,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: