Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Terdampak Abu Vulkanik Merapi, Bagaimana Nasib Panen Tembakau di Magelang?

Terdampak Abu Vulkanik Merapi, Bagaimana Nasib Panen Tembakau di Magelang?

  • calendar_month Jum, 20 Agu 2021

BNews—MAGELANG— Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Romza Ernawan menyebut, erupsi Gunung Merapi pada 8 dan 16 Agustus 2021 menyebabkan hujan abu di beberapa wilayah seperti Kecamatan Dukun dan Kecamatan Sawangan. Hal itu berdampak pada komoditas pertanian khususnya perkebunan dan holtikultura.

”Yang banyak terdampak adalah komoditas tembakau, cabe dan bunga kol,” kata Romza ketika dihubungi pada Kamis (19/8/2021).

Dia menjelaskan, khusus komoditas tembakau, kebetulan masa sekarang ini di daerah lereng Merapi usia tembakau masuk dalam kategori tua dan siap panen. Sehingga ketika tanaman tembakau terkena abu vulkanik maka bisa menurunkan mutu tembakau.

“Karena daun tembakau itu mengandung nikotin, sehingga abu vulkanik yang menempel akan menjadi lengket dan susah hilang,” jelasnya.

Dia menyebut, ketika kualitas tembakau menurun akibat abu vulkanik secara otomatis akan menurunkan harga jual. Dan hal tersebut tentunya akan membuat pendapatan petani tembakau juga menurun.

Sementara untuk komoditas cabe, kata Romza, masih relatif aman. Petani cabai cukup menggoyangkan pohonnya maka abu vulkanik yang menempel pada cabai akan hilang.

“Untuk bunga kol yang sudah mekar dan siap panen, petani mengatasinya dengan cara mencuci dan menyemprotnya,” ujarnya.

Menurut informasi yang dia terima, beberapa wilayah Kecamatan Dukun dan Sawangan pada Rabu (18/8/2021) sore dan malam terjadi hujan yang cukup lebat. Sehingga dapat mengurangi kadar abu yang menempel pada tanaman tersebut.

”Kami minta kepada masyarakat khususnya yang berprofesi sebagai petani di wilayah Dukun dan Sawangan, jika tanamannya sudah layak dipanen maka ada baiknya segera dilakukan. Hal ini untuk mengurangi potensi kerugian akibat abu Merapi,” pungkasnya. (mta)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less