Limbah Sapi Diproduksi Menjadi Pupuk Organik Oleh Kelompok Tani Di Secang

BNews–MAGELANG-– Sebuah kelompok tani di Magelang ini sangat kreatif dalam pembuatan pupuk untuk tanamannya. Mereka memanfaatkan limbah ternak sapi untuk diproduksi menjadi pupuk organik.

Hal itu dilakukan oleh Kelompok Tani Maju Makmur Desa Ngadirojo Secang Kabupaten Magelang. Dan hal tersebut sudah berjalan setengah tahun ini.

“Pupuk organik tersebut sebagai alternatif pengganti pupuk kimia. Baru sebagai tambahan karena untuk benar-benar organik belum bisa sepenuhnya,” ucap Ketua Unit Pelaksana Kegiatan Kelompok Tani Maju Makmur, Riyadi, Selasa (13/4/2021).

Secara teknis, Riyadi menerangkan proses fermentasi pupuk dari bahan kotoran Sapi hingga menjadi pupuk organik. Pertama kotoran Sapi dicampur cairan pengurai untuk mempercepat fermentasi, setelah itu ditutup dengan jerami dan dibiarkan ditempat terbuka selama dua minggu.

“Terdapat dua metode, yaitu dengan cara ditutup terpal, untuk metode lainnya dengan tidak ditutup karena membutuhkan udara.

Karena ada dua metode maka masing-masing metode menggunakan formula (zat pengurai) yang berbeda dalam proses fermentasi pembusukan. Dan saat ini kami memakai metode tempat terbuka,” terang Riyadi.

Setelah dua minggu proses fermentasi maka pupuk organik dapat dipakai langsung. Pihak Riyadi mengambil kotoran Sapi berasal dari delapan Sapi milik kelompok tani tersebut.

“Dengan delapan Sapi cukup untuk memasok bahan baku kotoran Sapi sebagai pupuk, karena setiap hari Sapi buang kotoran. Dan dua minggu sekali dapat dipanen hasil fermentasi pupuk organik itu.

Adapun ukuran tempat 20 m² dapat menghasilkan pupuk 2 ton, untuk mencukupi kebutuhan pupuk 20 petani anggota kelompok, baik yang bercocok tanam di sawah maupun di ladang,” papar Riyadi.

Riyadi menambahkan, delapan sapi, bangunan kandang Sapi beserta sarana prasarana lainnya merupakan  bantuan dari pusat untuk kelompok tani setempat.

“Karena bantuan ini merupakan permintaan kami sebagai petani, maka kami harus memanfaatkan secara maksimal. Sebab hasilnya akan bermanfaat bagi petani,” imbuh Riyadi. (*/bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: