IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

Lompati Pagar, Begini Kronologi Kaburnya Tahanan PN Magelang

BNews—MAGELANG TENGAH—Seorang terdakwa kasus narkoba, Tri Arso Wibowo alias Gotri berhasil ditangkap usai berusaha kabur saat akan memasuki ruang sidang. Tahanan kasus narkotika itu kabur dari kawalan ketat kepolisian dan tim kejaksaan dengan cara melompat pagar pengadilan setinggi satu meter, Senin (17/6).

Aksi nekat warga Magersari, Kecamatan Magelang itu sempat membuat geger kantor Pengadilan Negeri Kelas IB Magelang. Bagaimana tidak, aksi yang diakui baru kali pertama terjadi itu nyaris mencoreng lembaga peradilan. Beruntung, usai melompat pagar dan menyeberang jalan raya, Gotri berhasil ditangkap polisi dan kejaksaan dibantu warga.

Keterangan yang dihimpun Borobudur News, kronologi bermula ketika terdakwa kepemilikan daun ganja turun dari mobil tahanan sekitar pukul 09.00 WIB. Saat di bawa ke sel tahanan, tangannya masih terborgol. Baru memasuki sel tahanan borgol dilepas.

”Prosedur penjemputan dari Lapas Magelang menuju pengadilan harus dikawal kepolisian bersenjata dan tim kejaksaan,” ungkap Humas PN Magelang, Hengky Kurniawan saat ditemui borobudurnews di ruangannya, sore ini.

Loading...

Hengky mengatakan, saat itu Gotri dijadwalkan menjalani sidang terakhir alias sidang putusan hakim di Ruang Sidang Garuda. Tidak ada gelagat mencurigakan saat terdakwa keluar dari sel dan menunggu di depan ruangan.

”Bahkan saat ada announced (diumumkan) sebentar lagi memasuki ruang sidang, terdakwa masih biasa saja,” lanjut dia.

Namun sekitar pukul 10.05 WIB, terdakwa yang diduga memanfaatkan kelengahan tim pengawal mencoba kabur ke arah timur. Ia lari melewati jalur evakuasi dan melompat pagar tembok berwarna coklat setinggi kurang lebih satu meter. Dirinya juga berhasil menyeberangi Jalan Ahmad Yani.

Kejar-kejaran antara terdakwa, polisi, tim kejaksaan dibantu warga terjadi. Baru kabur 50 meter, Gotri berhasil ditangkap. Tepatnya di depan SMP Tarakanita Magelang.

”Jadi penangkapan tidak dilakukan dengan melumpuhkan (tembakan pada kaki). Murni ditangkap karena kerja sama,” tegas Hengky. Ia menduga terdakwa kembali dibawa kembali ke pegadilan dalam kondisi kaki cidera pincang lantaran usai melompati pagar tembok.

Henky mengakui, sepanjang dirinya berdinas di PN Magelang, insiden tahanan kabur itu diakui baru kali pertama terjadi. Imbuh dia, pascakejadian tersebut, pihaknya belum perlu melakukan evaluasi.

”Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Proses sidang putusan untuk terdakwa juga tetap berjalan,” pungkasnya. (han/bn1)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: