Mahasiswa KKN UNS Ajak Warga Kalibening Memanfaatkan Limbah Sayuran Menjadi Kompos

BNews–MAGELANG– Desa Kalibening, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang merupakan salah satu desa di lereng Gunung Merapi. Dimana sebagian besar warganya bermata pencaharian sebagai petani.

Iklim yang sejuk dan tidak terlalu dingin membuat daerah Kalibening menjadi salah satu daerah penghasil komoditas sayuran yang segar. Sistem pemasaran sayur hasil panen warga desa Kalibening yaitu sistem pengepulan.

Hasil panen warga tersebut kemudian akan didistribusikan oleh pengepul ke pasar, salah satunya yaitu Pasar Mangunsoka, Dukun, Magelang. Sebelum didistribusikan sayuran perlu dipilah terlebih dahulu.

Tidak semua sayuran yang disetor petani dapat dipasarkan, misalnya dikarenakan rusak akibat hama maupun rusak secara fisik sehingga meninggalkan limbah.

Seorang petani sekaligus pengepul sayur yaitu Nardi mengatakan, limbah sayur di Desa Kalibening belum dimanfaatkan dengan baik. “Biasanya hanya dibuang begitu saja,” katanya.

Selain itu, sebagian besar warga di Desa Kalibening menggunakan pupuk anorganik yang cukup mahal dan juga banyak mengandung bahan kimia dalam bertani.

Walaupun terdapat beberapa warga yang sudah menggunakan kompos, namun kompos yang digunakan hanya berasal dari kotoran ternak. Dimana hanya sekedar diletakkan di tanah pertanian tanpa melalui proses pengolahan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Oleh karena itu, tim KKN Kelompok 44 UNS 2021 berinisiatif untuk mengajak warga memanfaatkan limbah sayuran menjadi pupuk kompos. Yakni melalui kegiatan penyuluhan pertanian.

Kegiatan penyuluhan tersebut dilakukan pada hari Minggu, 15 Agustus 2021 di Gedung PAUD Budi Mulya, Desa Kalibening dengan bertatap muka secara langsung. Tentunya  tanpa mengabaikan protokol kesehatan.

Kegiatan penyuluhan ini mendatangkan seorang penyuluh  Nur Setiawan. Dimana Ia  juga merupakan Penyuluh Pertanian Lapangan yang bertanggung jawab di Desa Kalibening.

Kegiatan penyuluhan dimulai dengan pemaparan materi oleh pembicara terkait jenis pupuk, perbedaan pupuk anorganik dan organik. Serta cara pembuatan kompos yang disertai dengan demonstrasi tahap pembuatan kompos oleh mahasiswa KKN.

Dalam penyuluhan ini, mahasiswa UNS juga memberikan materi mengenai program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan pemanfaatan tanaman refugia. Yakni sebagai pengendali hama tanaman.

Dimana  masyarakat Desa Kalibening masih belum menerapkan hal tersebut padahal Desa Kalibening memiliki potensi untuk menerapkan program-program tersebut. (adv)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: