Mahasiswa Masuk Sleman, Pemilik Indekos Wajib Terapkan Ini

BNews—SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman membuat kebijakan bagi mahasiswa luar daerah yang kembali ke wilayahnya. Yakni dengan membuat SE Bupati Sleman No.443/01352 sudah diatur panduan penerimaan mahasiswa dari luar daerah.

SE tersebut mengatur bagaimana tata cara mahasiswa saat kembali ke Sleman. Termasuk keterlibatan perguruan tinggi, camat, kepala desa, dukuh, RT/RW dan pemilik indekos untuk mencegah penyebaran virus corona.

Pemilik indekos, wajib mendata mahasiswa yang datang dan melaporkan ke RT setempat. Serta harus menjalankan protokol kesehatan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungannya.

“Harus menyediakan fasilitas cuci tangan, menyediakan handsanitizer dan mengatur agar anak kos tidak boleh berkerumun,” ungkap  Camat Depok Abubakar, Rabu (10/6/2020).

Menurut Abu, wilayah Depok memiliki jumlah indekos tertinggi se DIY, jumlah yang terdata resmi sekitar 5.200 unit baik biasa maupun kos-kosan ekslusif. Unit-unit ini tersebar di semua desa, mulai Condongcatur, Caturtunggal maupun Maguwoharjo adapun jumlah mahasiswa yang indekos dari sekitar 100 ribu orang.

Dengan itu, maka persiapan penerimaan mahasiswa yang kembali ke Sleman menjadi perhatian besar. “Masyarakatnya juga kami siapkan. Anak kos yang masuk ke Sleman sehat, dan warga yang berada di sekitar kos juga nyaman. Pengawasan SE ini tetap melibatkan Satgas masing-masing Dusun hingga RT/RW,” jelasnya.

Abu berharap, berbagai pihak baik warga, mahasiswa, pelaku usaha dan lainnya, harus tetap menjalankan protokol kesehatan. Meskipun pemilik indekos tidak perlu meminta rekomendasi dari Satgas Covid laiknya rumah ibadah, namun Abu meminta agar seluruh fasilitas pendukung protokol kesehatan harus tetap diperhatikan.

“Mahasiswa yang masuk ke Sleman kan bergelombang hingga September mendatang. Kami akan sampaikan SE Bupati ini agar masing-masing pemilik kos menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya.

Download Musik Keren Disini

Terpisah, Dukuh Bajeng Maguwoharjo Ikhwan Muhammad Fauzi menuturkan, pemilik kos dan RT/RW sudah diberikan informasi sesuai SE tersebut. “Kami terapkan sesuai arahan bupati. Mahasiswa yang indekos di sini harus membawa surat keterangan sehat dan bebas Covid,” jelasnya.

Tambah Ikhwan, Mereka yang datang juga diminta untuk menjalani masa karantina mandiri di masing-masing indekos. “Untuk kebutuhan makannya nanti bisa diusahakan. Sementara mereka wajib melakukan karantina mandiri setibanya di sini,” pungkasnya. (*/mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: