IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

Malam Satu Suro, Warga Kungkum di Tempuran Kali Progo dan Ziarah di Pucak Tidar

BNews—MAGELANG— Malam satu suro (31/8) kemarin dimanfaatkan oleh warga di Magelang untuk berdoa. Ada juga yang menggelar ritual pensucian diri di “tempuran” pertemuan Kali Progo.

“Di Magelang paling banyak ya di tempuran Kali Progo (Mungkid) dan juga di Gunung Tidar,” kata Spiritualis Magelang, Dwi Yatimantora.

Mereka, kata dia menggelar ritual kungkum. Yakni mensucikan diri untuk memasuki tahun baru hijriah juga menghindarkan diri dari marabahaya.

Masyarakat jawa meyakini malam satu suro sebagai bulan yang menyeramkan, seperti penuh bencana dan bulannya para makhluk gaib. Beberapa orang juga masih mempercayai dengan berbagai macam mitos yang pantang untuk dilanggar, seperti larangan malam 1 Suro untuk keluar rumah. 

Dari berbagai hal yang telah disebutkan di atas, banyak juga perayaan tradisi Jawa serta amalan yang dilakukan pada malam 1 Suro untuk memperingati perayaan malam 1 Suro atau 1 Muharam. 

Perayaan-perayaan tersebut, seperti tapa bisu, tirakatan, kungkum, kirab budaya, dan pencucian pusaka. Sedangkan amalan yang biasa dilakukan oleh umat Islam, contohnya seperti melakukan puasa sunah (Asyura dan Tasua) dan menyantuni anak yatim. 

Di Puncak Gunung Tidar, masyarakat dari berbagai daerah berkumpul, semalam. Mereka melakukan ziarah dan doa. Puncak tidar dikenal sebagai pakuning tanah jawa yang memiliki kekuatan supranatural.

Loading...

Hampir semua yang datang ini bertujuan untuk mendoakan dan berdoa di 3 Petilasan yang ada di Gunung Tidar (petilasan Kyai Sepanjang, petilasan Kyai Syech Subakir dan petilasan Ismoyo Jati / Kyai Semar).

Diantara ke 3 petilasan yang paling ramai dikunjungi adalah petilasan atau makam Ismoyo Jati atau Kyai Semar karena biasanya disitu setiap malam suro dilakukan ritiual sembahyang dan kirim doa atau tahlil. (bn1/jar)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: