Mayoritas Desa di Kabupaten Magelang Lockdown Saat Idul Fitri

BNews—MUNGKID— Suasana Idul Fitri di Kabupaten Magelang nampak berbeda. Hiruk pikuk dan suasana silaturahmi tak terlihat.
Bahkan, sejumlah desa melakukan lockdown. Alias menutup desanya dari kunjungan warga lain selama lebaran.

Seperti di Desa Pasuruhan Kecamatan Mertoyudan. Selama tiga hari dusun dusun disana menutup diri dari kunjungan warga daerah lain.


Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi pencegahan virus Corona (Covid-19). Di Kecamatan Mertoyudan, Srumbung dan Grabag serta Muntilan juga dilaporkan banyak desa yang menutup aksesnya.


Salah satu warga di Bleder Desa Ngasinan Kecamatan Grabag menururkan selama puncak Idul Fitri dusunnya tidak menerima tamu. Kunjungan silaturahmi hanya dilakukan antar warga.

Suasana malam takbiran juga berbeda. Meski tetap terdengar dari menara masjid, tapi serasa sunyi tak ada pawai takbir keliling.
Bahkan pemerintah Kabupaten Magelang telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang ditandangani Sekda agar masyarakat tidak menggelar salat id berjamaah, tidak menggelar silaturahmi dari rumah ke rumah.


Semua itu karena pandemi COVID-19, sehingga lebaran di Temanggung kali ini terasa sunyi. Tidak ada gelak tawa antar saudara, saling bercanda antar tetangga.

Dari pantauan jalan-jalan protokol juga sepi.Santoso , salah satu warga mengatakan, sejak malam takbir semua pintu masuk kampung ditutup total.


Telah ada kesepakatan dari warga yang ditandangani para ketua RT hingga kelurahan, bahwa warga dilarang bepergian, dilarang menerima tamu atau bertamu ke rumah tetangga atau saudara sampai tiga hari ke depan. (her/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: