Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Menko Pangan ke Magelang, Sistem Baru Bikin Harga Pupuk Lebih Murah

Menko Pangan ke Magelang, Sistem Baru Bikin Harga Pupuk Lebih Murah

  • calendar_month Sab, 20 Des 2025

BNews-MAGELANG – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau kios pupuk di PPTS Jambul, Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jumat (19/12/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Menko Pangan berdialog langsung dengan para petani sekaligus menyaksikan simulasi penebusan pupuk bersubsidi sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) terbaru.

Kegiatan yang dikemas dalam agenda Rembuk Tani itu dihadiri jajaran Kementerian Koordinator Bidang Pangan; Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, anggota DPR RI, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Magelang.

Wakil Bupati Magelang, H. Sahid, menyampaikan bahwa Kabupaten Magelang memiliki potensi lahan pertanian ;yang besar dan menjadi salah satu daerah penyangga pangan utama di Jawa Tengah.

Menurutnya, tingkat produktivitas pertanian sangat bergantung pada ketersediaan serta keterjangkauan pupuk bagi petani.

“Pemkab menyambut baik kebijakan baru terkait penyesuaian HET dan penambahan volume subsidi melalui Kartu Tani. Harapan kami, pelaksanaannya tepat sasaran sesuai musim tanam,” katanya.

Sahid juga mengapresiasi pelaksanaan Rembuk Tani sebagai sarana penyampaian aspirasi secara langsung antara petani dengan para pengambil kebijakan.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Magelang untuk terus mendampingi petani serta memastikan pupuk bersubsidi benar-benar diterima oleh pihak yang berhak.

“Pemkab tidak akan mentoleransi pihak yang mempermainkan HET. Kami berkomitmen menjaga agar distribusi pupuk berjalan sesuai aturan,” tegasnya.

Dalam arahannya, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa sistem tata kelola pupuk saat ini semakin efisien melalui penerapan pola market to market, menggantikan sistem lama cost plus. Perubahan tersebut memungkinkan subsidi dimanfaatkan lebih awal sehingga operasional pabrik pupuk menjadi lebih efisien dan harga dapat ditekan.

“Dulu sistemnya makin mahal makin untung, sekarang tidak lagi. Subsidi digunakan di awal, pabrik lebih efisien, dan harga pupuk bisa turun 20 persen,” ujarnya.

Zulkifli Hasan menambahkan, efisiensi tersebut membuka peluang pembangunan satu pabrik pupuk baru setiap tahun tanpa menambah beban subsidi pemerintah. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersyukur atas terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 113 Tahun 2024 yang menjadi landasan perbaikan tata kelola pupuk secara nasional.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyebutkan bahwa tahun 2025 menjadi momentum penting dalam sejarah distribusi pupuk nasional. Sejak 1 Januari 2025, petani di seluruh Indonesia dapat menebus pupuk dengan sistem yang lebih mudah dan sederhana.

“Efisiensi dari sistem baru ini kami kembalikan kepada petani dalam bentuk potongan harga 20 persen,” jelasnya.

Rahmad juga mengungkapkan bahwa mulai tahun 2026 akan ada dua jenis pupuk tambahan yang masuk dalam skema subsidi, yakni pupuk organik dan SP-36. Khusus untuk Kabupaten Magelang, pupuk organik telah disiapkan untuk tahun depan, sementara pupuk SP-36 masih dalam tahap proses.

Ia berharap kebijakan tersebut dapat semakin memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Magelang.(bsn)

About The Author

Embed HTML not available.
  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less