Miris, Mayat Bayi Dibuang di Kaleng Bekas Roti

BNews—JOGJA— Warga sekitaran Selokan Mataram Yogyakarta digegerkan penemuan mayat janin bayi laki-laki (28/8). Tepatnya di daerah Dusun Tapan, Purwomartani Kecamatan Kalasan.

Saat ditemukan oleh warga, janin bayi tersebut sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Janin bayi tersebut berada di dalam sebuah kaleng bekas roti dan dimasukan dalam tas ransel berwarna hitam.

Salah satu saksi mata, Candra Gunawan, 60, menuturkan tidak mengetahui secara persis kapan waktu pembuangan.  Rumah Candra kebetulan berada persis di depan selokan yang menjadi lokasi pembuangan bayi tersebut.

“Kemungkinan tas ransel berwarna hitam itu hanyut terbawa arus dan tersangkut pada bambu. Sebab, pada malam hari aliran air di Selokan Mataram dibuka. Awalnya saya tidak ada curiga dalam tas itu berisi bayi,” katanya.

Loading...

Diceritakan saat tas diambil dari selokan dan dibuka, dia mengaku belum curiga jika ada janin di dalamnya. Pasalnya, saat dibuka tas tersebut berisi dua batu bata dan kaleng biskuit terbungkus plastik. Selain itu, tidak tercium bau busuk dari dalam tas.

BACA JUGA : IBU YANG DITENDANG ANAK KANDUNGNYA AKHIRNYA MENINGGAL

“Saat saya buka kaleng tersebut sontak langsung kaget, lantaran di dalamnya ada sesosok janin bayi laki-laki yang ditaksir berumur enam hingga tujuh bulan terbungkus dalam plastik,” imbuhnya.

“Ari-ari janin juga masih utuh dan masih terdapat bercak darah. Kemungkinan dibuang saat malam hari,” terangnya.

Candra juga mengungkapkan bahwa di sekitaran lokasi selalu ramai kalau malam hari. Penerangan jalan juga baik. “Saya juga tidak tahu kenapa ada yang tega membuang janin ini, mungkin dari hubungan gelap,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Kalasan Kompol Imam Santoso mengatakan akan menyelidiki kasus ini. Walaupun kasus pembuangan bayi ini termasuk kasus yang sulit diungkap pelakunya. “Kami akan tindak lanjuti kasus ini, sementara untuk mayat janin bayi kami bawa untuk diidentifikasi,” katanya. (Internet/bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: