Misteri Kematian ASN Perempuan Rembang di Pantai Tasikagung, Baby Blues Jadi Dugaan Awal
- calendar_month Sel, 26 Agu 2025

Evakuasi Jenazah ASN Perempuan di Rembang
BNews–REMBANG– Polisi masih terus menyelidiki kasus kematian seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) wanita yang ditemukan mengapung di Pantai Tasikagung, Rembang.
Hingga kini penyebab pasti kematian belum terungkap. Namun, dugaan sementara korban mengalami tekanan psikis usai melahirkan atau dikenal dengan istilah baby blues syndrome.
Korban berinisial J diketahui merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Rembang.
Ia ditemukan tidak bernyawa pada Senin (11/8).
Kapolres Rembang AKBP Dhanang Bagus Anggoro menegaskan bahwa hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan adanya bekas penganiayaan.
“Sampai saat ini, tidak ada tanda-tanda kekerasan. Dugaan sementara, yang bersangkutan mungkin mengalami tekanan psikis. Info yang kami terima, dia baru melahirkan dan kemungkinan belum siap dengan kondisinya,” ujar Dhanang, Senin (25/8/2025).
Sementara itu, KBO Satreskrim Polres Rembang, Ipti Widodo Eko Prasetiyo, mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil lengkap autopsi; dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Sampai saat ini belum ditemukan adanya tindak pidana. Hasil (autopsi) Biddokkes nunggu labnya. Ini sudah saya tanyakan dokes, masih nunggu labnya. Belum bisa memastikan keluar kapan,” kata Widodo dikutip detikJateng, Senin (25/8/2025).
Widodo juga menyebut sudah ada 14 orang saksi yang diperiksa terkait kasus ini.
“Ada 14 saksi yang dimintai keterangan. BB (Barang Bukti) pakaian korban, BB masih sama yang dulu. Termasuk sepatu dan kacamata,” terangnya.
Sebelumnya, mayat ASN wanita berinisial J ditemukan masih mengenakan seragam keki saat mengapung di Pantai Tasikagung.
Polisi telah melakukan autopsi dengan bantuan tim dari Biddokkes Polda Jateng. Proses autopsi diperkirakan memakan waktu sekitar dua jam.
“Kita sudah melakukan pemeriksaan, untuk hasilnya sementara sudah kami sampaikan ke Pak Kasat. Nanti info lanjutan sama Pak Kasat. Estimasi waktu pemeriksaan tadi sekitar dua jam. Tadi kami satu tim,” jelas dr. Dian Novitasari Sp. F dari Biddokkes Polda Jateng, Senin (11/8).
Beberapa jam sebelum jasadnya ditemukan, korban sempat masuk ke kantor. Setelah itu ia berpamitan kepada rekan kerja untuk keluar sebentar.
Tidak lama kemudian, seorang warga menemukan jasad korban mengapung di laut.
Polisi memastikan penyelidikan masih berjalan, dan hasil resmi autopsi baru akan keluar sekitar 14 hari setelah pemeriksaan. (*/detik)
About The Author
- Penulis: Pemela



Saat ini belum ada komentar