Misteri Kosongnya Tanggal Kematian Di Batu Nisan Artis Horor Suzanna di Magelang

BNews–MAGELANG– Siapa tidak kenal salah satu bintang film horor Indonesia satu ini. Ia adalah Suzanna yang meninggal dunia pada 15 Oktober 2008 lalu.

Jenazah Suzana sendiri dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giriloyo Magelang. Ternyata, banyak yang belum diketahui masyarakat, selama 12 tahun bersemayam ternyata pada nisan makamnya tak ada dicantumkan tanggal kematian Suzanna.

Penyebab kematian Suzanna sendiri sempat menjadi perdebatan, karena suaminya, Clift Sangra menguburkan jenazah secara diam-diam bersama pemuka agama dan ketua RT setempat. Sementara pihak keluarga Suzanna sendiri baru mengetahui berita kematiannya melalui informasi dari pihak media dan tetangga.

Terkait pertanyaan mengapa tak ada tanggal kematian di pusara Suzanna, Clift Sangra sempat mengungkapkannya pada tahun 2018 silam. Ia menyampaikannya di hadapan presenter gosip Feni Rose di acara Rumpi No Secret edisi (19/9/2018).

Clift Sangra mengaku saat itu, Suzanna telah memberikannya beberapa wasiat jika suatu saat nanti ia tiada. Salah satunya Suzanna meminta agar ketika ia meninggal dunia, pemakamannya harus berlangsung secara tertutup.

Selain itu rupanya ada satu wasiat lagi yang akhirnya menjadi jawaban atas teka-teki makam Suzanna tanpa adanya tanggal kematiannya. Siapa sangka, dua tahun sebelum Suzanna meninggal dunia, sang artis telah meminta dibuatkan makam oleh sang suami.

Bahkan artis bernama lengkap Suzzanna Martha Frederika van Osch ini menuliskan sendiri rancangan makam untuknya nanti. Di sebuah kertas HVS, Suzanna menggambarkan bagaimana tempat peristirahatannya yang terakhir.

Loading...

“Dua tahun sebelum Suzanna meninggal, itu makam sudah dibangun. Minta tolong bikinin kuburan buat saya seperti ini,” ungkap Clift di depan Feni Rose pada rekaman wawancaranya.

DOWNLOAD MUSIK LATHI (KLIK DISINI)

“Dia minta kertas HVS, dia gambar, ‘saya mau di atasnya ada keramik warna cokelat, di bawahnya batu-batu kali, tulisannya seperti ini,” tambahnya.

Saat itu Clift Sangra lantas melaksanakan seperti yang diinginkan sang istri. Meski saat itu Suzanna masih hidup.

Hingga akhirnya dua tahun setelah itu, sang legendaris menghembuskan nafas terakhirnya.

Rupanya saat Suzanna dimakamkan, sang tukang grafir keramik tak menemukan sumber listrik untuk mengukir tanggal meninggalnya sang artis.

“Dulu itu (keramik kuburan) sudah digrafir, kan belum meninggal, jadi (tanggal kematian) dikosongin aja dulu. Pada saat itu kita enggak terpikir, ya udah nanti kalau udah meninggal baru ditulis,” cerita Clift.

“Saat Suzana meninggal, Clift memanggil tukang grafir untuk menuliskan tanggal kematian Suzana. Begitu meninggal, saya panggil tukang grafirnya, ‘Pak tolong ditulis tanggalnya 15 Oktober meninggal,” ceritanya.

“(Tukang grafirnya bulan) Pak, enggak ada listrik di kuburan, grafirnya gimana? Enggak bisa pak, saya butuh listrik’.”

Rupanya lantaran itulah hingga saat ini tanggal kematian Suzanna tidak pernah terukir di batu nisannya.

Kini 12 tahun sudah Suzanna berpulang, namun sosoknya dan segudang karyanya seolah masih melekat diingatan para penggemarnya. Clift Sangra pun kini telah melanjutkan hidupnya bersama sang istri tercinta, Nana Mahliana Hasan. (*/Lubis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: