Modus Oknum Guru PAI di Magelang Pungli Berkedok Sertifikasi PPG
- calendar_month Sel, 24 Sep 2024

Salah satu tersangka oknum guru PAI di Magelang yang melakukan pungli berkedok PPG
Karena TM berdomisili di Semarang, praktis memerintahkan HY untuk mendata guru yang tertarik dengan program tersebut. Terakhir, JM berperan sebagai sekretaris PGTK Bumi Serasi Magelang.
Dia bertugas mencatat pembayaran dari peserta percepatan PPG PAI dan membuat surat pernyataan dari peserta yang intinya berisi kemauan peserta untuk ikut percepatan PPG PAI.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Beruntung, polisi berhasil melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT) serta barang bukti berupa uang tunai Rp 1.037.000.000 yang terkumpul dari guru PAI dan Rp 127.500.000 yang terkumpul dari 15 guru PAI SD se-Kecamatan Tegalrejo. Saat dilakukan OTT, yang berada di TKP saat itu adalah pelaku KZP, HY, dan JM.
Mereka disangkakan pasal 12 huruf e dan/atau pasal 11 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 KUHP.
Dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun. Sementara denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.
Mustofa menambahkan, saat ini proses penyidikan tersangka TM sudah dinyatakan lengkap oleh jaksa penuntut umum (JPU) atau P21.
Penyidik juga akan melimpahkan TM serta barang bukti kepada JPU atau tahap 2. Beberapa waktu lalu, pelaku TM sempat melayangkan pra-peradilan, namun pengajuannya ditolak sehingga proses penyidikan masih berjalan.
Sementara penyidikan terhadap tiga pelaku lainnya masih berjalan. Penyidik juga masih melakukan pengembangan terhadap perkara tersebut dan akan diberantas sampai ke akar-akarnya.
“Namun secepat mungkin kami akan menyelesaikan perkara tersebut. Apakah pelaku 2, 3, dan 4 bisa mengembang kepada pelaku yang lain. Tapi, tidak ada keterlibatan dengan Kemenag dan disdikbud,” katanya.
Saat dimintai keterangan, TM mengaku, hanya ingin membantu pemerintah melalui asosiasi yang bisa berkomunikasi dengan dinas pendidikan setempat.
“Kami ingin membantu teman-teman untuk bisa ikut PPG. Data-datanya berasal dari dinas,” dalihnya. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar