Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » 12 Fakta Lengkap Dugaan Keracunan di Panti Asuhan Borobudur, 9 Anak Masuk Rumah Sakit!

12 Fakta Lengkap Dugaan Keracunan di Panti Asuhan Borobudur, 9 Anak Masuk Rumah Sakit!

  • calendar_month 8 menit yang lalu

BNews–MAGELANG– Dugaan keracunan makanan terjadi di Panti Asuhan Muhammadiyah Borobudur, Kabupaten Magelang, Senin (22/6/2026). Sebanyak sembilan anak harus mendapatkan perawatan medis di RS Aisyiyah Muntilan setelah mengalami gejala mual, muntah, dan diare.

Peristiwa ini masih dalam penanganan pihak kepolisian dan tenaga medis. Berikut sejumlah fakta yang berhasil dihimpun:

  1. Makanan Berasal dari Donasi Siang Hari

Makanan yang diduga menjadi penyebab berasal dari donasi siang hari berupa nasi, telur, dan bihun yang diterima pihak panti.

Ketua Panti Asuhan Muhammadiyah Borobudur, Yus Listiawan, menyebut makanan tersebut tidak langsung dikonsumsi, melainkan diolah kembali.

“Awalnya itu makanan donasi siang hari. Karena masih ada sisa, kemudian diolah kembali menjadi nasi goreng untuk makan malam. Yang mengonsumsi makanan tersebut ada 14 anak,” kata Yus.

  1. Diolah Kembali Menjadi Nasi Goreng untuk Makan Malam

Makanan donasi yang tersisa kemudian dimasak ulang menjadi nasi goreng oleh anak-anak panti yang sedang bertugas piket.

Proses pengolahan ulang ini menjadi bagian dari makanan yang dikonsumsi bersama pada malam hari.

  1. Total 14 Anak Mengonsumsi Makanan Tersebut

Tercatat ada 14 anak yang mengonsumsi nasi goreng hasil olahan tersebut. Sebagian besar merupakan pelajar tingkat SMP dan SMA yang berada di panti saat kejadian.

  1. 9 Anak Alami Gejala, 4 Lainnya Tidak Mengalami Keluhan

Dari 14 anak tersebut, sembilan orang mengalami gejala keracunan. Sementara empat lainnya tidak merasakan keluhan meski mengonsumsi makanan yang sama.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Kapolsek Borobudur AKP Anjar Prahasto menjelaskan kondisi tersebut.

“Dari 13 santriwati yang mengonsumsi makanan tersebut, sembilan orang mengeluh mual, muntah dan diare, sedangkan empat santriwati lainnya dalam kondisi sehat dan tidak merasakan keluhan,” ungkapnya.

  1. Gejala Muncul Sejak Dini Hari

Gejala mulai dirasakan sejak dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Namun saat itu belum ada laporan resmi kepada pengurus panti.

Ketua panti, Yus, menyebut kondisi tersebut baru diketahui pada siang hari.

“Sejak pagi sebenarnya sudah ada yang mengalami diare, tetapi tidak ada laporan dari anak-anak. Baru siang hari mulai diketahui ada yang sakit dan kondisinya semakin terlihat,” ujarnya.

  1. Penanganan Awal Dilakukan di Panti

Sebelum dibawa ke rumah sakit, pihak panti sempat melakukan pertolongan pertama dengan meminta anak-anak memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.

Namun, kondisi beberapa anak terus memburuk hingga sore hari.

  1. Satu Korban Sempat Alami Halusinasi

Sekitar pukul 15.30 WIB, salah satu korban dilaporkan mengalami halusinasi, yang kemudian menjadi alasan dilakukan evakuasi segera ke rumah sakit.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Ketika sekitar pukul setengah empat sore ada yang mulai mengalami halusinasi, kami langsung memanggil ambulans,” kata Yus.

  1. Evakuasi ke RS Aisyiyah Muntilan

Sebanyak sembilan anak yang mengalami gejala serius langsung dibawa ke RS Aisyiyah Muntilan menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Pihak rumah sakit masih melakukan observasi terhadap kondisi para korban.

  1. Polisi Turun Tangan ke Lokasi Kejadian

Polsek Borobudur bersama Bhabinkamtibmas langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dugaan keracunan makanan.

“Hari Senin tanggal 22 Juni 2026 sekira pukul 16.45 WIB, pawas piket beserta anggota Polsek dan Bhabinkamtibmas Desa Borobudur melaksanakan kegiatan mendatangi TKP dugaan keracunan makanan,” kata AKP Anjar.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
  1. Identitas 9 Korban Telah Didata Polisi

Polisi menyebut sembilan korban yang dirawat masing-masing berinisial DN, NH, RN, SA, BK, FA, SK, AL, dan IM.

  1. Masih Dalam Penyelidikan

Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan, termasuk menelusuri asal makanan dan proses pengolahannya.

  1. Kondisi Panti Asuh dengan Puluhan Anak

Diketahui panti tersebut memiliki sekitar 36 anak asuh dengan total penghuni dan pendamping sekitar 48 orang. Saat kejadian, hanya 14 anak yang mengonsumsi makanan tersebut. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less