Munculnya Destinasi Wisata Baru di Lereng Sumbing, Tingkatkan Perekonomian Warga

BNews—KALIANGKRIK— Keberadaan destinasi wisata alam Silancur Highlad di Kaliangkrik secara tidak langsung mampu mengangkat perekonomian masyarakat sekitar. Tidak sedikit warga yang memilih berwirausaha seperti membuka warung, homestay bagi wisatawan hingga bekerja di sana.

Salah satu warga yang meraup berkah dari keberadaan Silancur adalah Sri Rejeki. Perempuan 26 tahun itu semula merupakan petani sayuran yang memilih banting setir membuka warung kopi.

Ibu dua anak tersebut mengaku, pendapatan sebagai petani sayuran tidak mampu mencukupi kebutuhan keluarga. Apalagi, saat ini cuaca tidak menentu hingga kerap mengalami gagal panen.

”Penghasilan dari petani tidak tentu karena harus menunggu hasil panen. Sempat saya menanam brokoli tapi gagal. Sekarang menanam sayur banyak rugi daripada untungnya,” kata Sri kepada Borobudur News, Selasa (27/10).

Ia bersama suami, Kabul, kemudian memutuskan membuka usaha warung kopi yang tak jauh dari Silancur. Omzet yang diperoleh dari wisatawan yang berbelanja atau membeli makanan serta minuman perminggu bisa sampai Rp1 juta.

”Paling banyak pernah sampai Rp2 juta perminggu,” kata perempuan yang berjualan sejak Juli 2020.

Sementara itu, salah satu pemuda yang baru lulus dari SMK Muhammadiyah 1 Magelang, Vani Adi, Mengaku baru dua bulan bekerja sebagai sekuriti sekaligus juru parkir di Silancur. Meskipun diakui jurusan yang diambil bertolakbelakang dengan pekerjaannya saat ini.

Loading...

”Pandemi membuat saya kesulitan mencari lowongan pekerjaan sesuai jurusan. Kebetulan ada peluang pekerjaan di Silancur, saya ambil saja. Alhamdulillah perhari bisa dapat honor Rp50 ribu,” kata pria lulusan SMK jurusan farmasi.

Vani mengatakan, selain didominasi wisatawan Magelang, pengunjung luar daerah yang datang juga bervariatif. Mulai dari Jogja, Semarang, Jakarta, hingga Madura. Namun jika ramai, tidak sedikit wisatawan yang mengeluh utamanya soal akses jalan.

”Banyak dikeluhan pengunjung karena akses jalan. Jalan itu agak sempit. Beberapa tikungan agak rawan misal kendaraan papasan. Harapan jalan diperlebar,” pungkasnya. (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: