Nama Hari Pada Era Jawa Kuno dan Jawa Baru Yang Harus Diketahui
- calendar_month Sen, 16 Nov 2020

ilustrasi nama nama hari jawa kuno
BNews–SEJARAH– Pada era Jawa Kuno dikenal ada tiga macam hari yang dicantumkan dalam prasasti. Dan hal itu masih terukir dalam catatan sejarah nusantara.
Tiga hari tersebut yaitu Saḍwāra (hari enam), Pañcawāra (hari lima), dan Saptawāra (hari tujuh).
Sementara pada era Jawa Baru, hari enam disebut Paringkĕlan, hari lima disebut Pasaran, sedangkan hari tujuh disebut Padinan.
Dan berikut nama-nama hari tersebut yang dirangkum dari beberapa sumber.
Dan sebagai berikut :
SAḌWĀRA = Paringkĕlan
Jawa Kuno : Tunglai, Haryang, Wurukung, Paniruan, Wās, Mawulu.
Jawa Baru : Tungle, Aryang, Wurukung, Paningron, Uwas, Mawulu.
PAÑCAWĀRA = Pasaran
Jawa Kuno : Umanis, Pahing, Pon, Wagai, Kaliwuan.
Jawa Baru: Lĕgi, Paing, Pon, Wage, Kliwon.
SAPTAWĀRA = Padinan
Jawa Kuno : Āditya, Soma, Anggāra, Budha, Wṛhaspati, Śukra, Śanaiścara.
Jawa Baru : Radite (Ngahad), Soma (Sĕnen), Anggara (Salasa), Buda (Rĕbo), Rĕspati (Kĕmis), Sukra (Jĕmuwah), Tumpak (Sĕtu).
Pada penulisan prasasti, kombinasi tiga hari biasanya ditulis dengan singkatan suku kata. Misalnya:
Prasasti Kudadu tahun Śaka 1216 (1294 Masehi):
ha, u, śu, wāra = haryang, umanis, śukra
= Jumat Lĕgi Aryang
Prasasti Pamintihan tahun Śaka 1395 (1473 Masehi):
ma, ma, śu, wāra = mawulu, manis, śukra
= Jumat Lĕgi Mawulu
Dalam keterangan diatas terdapat catatan penting, yakni hari enam dan hari lima asalnya dari Jawa Kuno. Sedangkan hari tujuh asalnya dari Sanskerta (India Kuno). (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar