Nama Hari Pada Era Jawa Kuno dan Jawa Baru Yang Harus Diketahui

BNews–SEJARAH– Pada era Jawa Kuno dikenal ada tiga macam hari yang dicantumkan dalam prasasti. Dan hal itu masih terukir dalam catatan sejarah nusantara.

Tiga hari tersebut yaitu Saḍwāra (hari enam), Pañcawāra (hari lima), dan Saptawāra (hari tujuh).

Sementara pada era Jawa Baru, hari enam disebut Paringkĕlan, hari lima disebut Pasaran, sedangkan hari tujuh disebut Padinan.

Dan berikut nama-nama hari tersebut yang dirangkum dari beberapa sumber.

Dan sebagai berikut :

SAḌWĀRA = Paringkĕlan

Jawa Kuno : Tunglai, Haryang, Wurukung, Paniruan, Wās, Mawulu.

Loading...

Jawa Baru : Tungle, Aryang, Wurukung, Paningron, Uwas, Mawulu.

PAÑCAWĀRA = Pasaran

Jawa Kuno : Umanis, Pahing, Pon, Wagai, Kaliwuan.

Jawa Baru: Lĕgi, Paing, Pon, Wage, Kliwon.

SAPTAWĀRA = Padinan

Jawa Kuno : Āditya, Soma, Anggāra, Budha, Wṛhaspati, Śukra, Śanaiścara.

Jawa Baru : Radite (Ngahad), Soma (Sĕnen), Anggara (Salasa), Buda (Rĕbo), Rĕspati (Kĕmis), Sukra (Jĕmuwah), Tumpak (Sĕtu).

Pada penulisan prasasti, kombinasi tiga hari biasanya ditulis dengan singkatan suku kata. Misalnya:

Prasasti Kudadu tahun Śaka 1216 (1294 Masehi):

ha, u, śu, wāra = haryang, umanis, śukra

= Jumat Lĕgi Aryang

Prasasti Pamintihan tahun Śaka 1395 (1473 Masehi):

ma, ma, śu, wāra = mawulu, manis, śukra

= Jumat Lĕgi Mawulu

Dalam keterangan diatas terdapat catatan penting, yakni hari enam dan hari lima asalnya dari Jawa Kuno. Sedangkan hari tujuh asalnya dari Sanskerta (India Kuno). (*)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: