’Nuthuk’ Tarif Parkir, 2 Jukir Jogja Disidang di Pengadilan

BNews—JOGJAKARTA— Dua juru parkir (juki) di Jogjakarta didudukkan di kursi pesakitan karena menaikkan tarif sepihak alias nuthukuntuk motor Rp5 ribu dan mobil Rp20-Rp25 ribu. Pengadilan Negeri Kota Jogja memvonis bersalah sehingga kedua terdakwa yakni AS dan SS didenda Rp500 ribu.

Hakim Wiyanto pada Rabu (19/5), memvonis terdakwa karena secara sah dan terbukti melanggar ketentuan yakni Peraturan Daerah (Perda) Kota Jogja Nomor 2/2019 tentang Perparkiran. Keduanya memungut tarif parkir senilai Rp20-25 untuk kendaraan roda empat dan Rp5 ribu untuk roda dua. Padahal sesuai perda, tarif parkir untuk mobil di tepi jalan umum adalah senilai Rp2 ribu dan Rp1 ribu untuk motor. 

Dua jukir yang tidak memiliki izin parkir alias ilegal ini dijatuhi hukuman masing-masing pidana denda sebesar Rp500 ribu dan diwajibkan membayar biaya perkara Rp2 ribu. Apabila denda tidak dibayarkan ke kas daerah, kedua terdakwa yang disidang secara terpisah ini menjalani pidana kurungan penjara selama tiga hari.

Menurut Wiyanto, tarif parkir yang ditetapkan oleh kedua terdakwa terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Dirinya juga berpesan kepada kedua terdakwa agar menarik tarif parkir yang sewajarnya saja dan mencari rezeki yang barokah.

Wiyanto mengingatkan kepada kedua terdakwa untuk tidak mengulangi lagi perbuatan ini karena bisa terancam pidana kasus pemerasan. Jika terdakwa SS kembali mengulangi perbuatan yang sama, hakim Wiyanto tidak segan menjatuhkan pidana kurungan selama tujuh hari.

Dalam pengakuannya, kedua terdakwa yakni AS yang mengelola tempat parkir Sri Rejeki dan SS sebagai juru parkir Mitra mengaku tidak tahu-menahu soal izin perparkiran. Mereka juga mengaku akan tetap menerima uang parkir yang diberikan oleh pemilik motor ataupun mobil jika membayar di bahwa tarif yang dipatok mereka.

Vonis yang dijatuhkan Wiyanto ini sama dengan tuntutan dari Tim Saber Pungli Polresta Jogja. Tim Saber Pungli Polresta Jogja berharap dengan adanya putusan pidana denda Rp500 ribu ini akan memberikan efek jera bagi pelaku.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Anggota Forpi Kota Jogja, Baharuddin Kamba berharap, ada efek jera bagi pelaku jukir yang nuthuk. Ia juga berharap adanya pemaksimalan hukuman denda bagi jukir yang kembali melakukan perbuatan yang sama yakni nuthukparkir.

”Selain itu Dinas Perhubungan bersama Satpol PP Kota Jogja mesti rutin menggelar operasi terhadap jukir nakal. Tanpa tebang pilih. Jangan menunggu viral di media sosial, baru ada tindakan,” saran Kamba. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: