Pandemi Covid-19, Candi Ngawen Tutup Sementara Hampir Setahun

BNews—MAGELANG— Objek wisata Candi Ngawen yang terletak di Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang belum beroperasi kembali. Diketahui bahwa lokasi wisata ini ditutup sementara sejak Maret 2020 lalu akibat pandemi Covid-19.

Juru Pelihara (Jupel) Candi Ngawen, Mantoro mengatakan bahwa penutupan sementara objek wisata Candi Ngawen sudah hampir satu tahun. ”Tutup mulai tanggal 16 Maret tahun 2020, sudah hampir satu tahun pandemi Covid 19 Candi Ngawen tidak dibuka untuk umum,” katanya.

”Seperti candi-candi kecil lainnya di bawah naungan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB),” sambungnya.

Selain ditutup sementara untuk kunjungan wisatawan, kata Mantoro, candi utama di kompleks Candi Ngawen juga diselubungi plastik sejak 4 Februari 2021 lalu. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi debu vulkanik erupsi Gunung Merapi  

“Hanya Candi utama saja yang dibungkus plastik, dan belum dilepas karena Gunung Merapi masih erupsi, dan belum ada perintah dari BPPTKG untuk melepas plastik tersebut,” ujar dia.

Disinggung terkait candi terbesar saja yang dibungkus plastik, Martono menjelaskan bahwa bila terkena abu vulkanik maka pembersihannya akan lebih sulit. Karena harus naik ke bagian atas candi.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Tambah dia, meski masih ditutup untuk wisatawan namun pembersihan tetap dilakukan secara rutin. Salah satunya yakni membersihkan lumut yang mudah tumbuh dipermukaan batu saat musim hujan.

“Pertumbuhan lumut pada musim hujan cepat ditambah lichen alge paling lumut satu minggu dibersihkan sudah tumbuh lagi. Oleh karena itu perawatan dilakukan setiap hari, membersihkan lumut,” jelas Mantoro.

Sebagai informasi, di kompleks Candi Ngawen terdapat lima candi yang mana ditemukan sekitar tahun 1811 silam. Sementara pemugaran pertama dilakukan oleh Belanda pada tahun 1925 hingga 1927. Sedangkan pemugaran selanjutnya pada tahun 2011-2012.

Di antara kelima candi tersebut, masih ada empat candi yang belum selesai pemugarannya dan masih berbentuk pondasi. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: